Sylvia Rosa; Tetap Berjilbab di Kontes Puteri Indonesia 2013

SYLVIA Rosa, akan mewakili dan membawa nama Aceh ke ajang pemilihan Puteri Indonesia 2013 mendatang. Ia bertekat akan memberi yang terbaik

Editor: bakri
SYLVIA Rosa, akan mewakili dan membawa nama Aceh ke ajang pemilihan Puteri Indonesia 2013 mendatang. Ia bertekat akan memberi yang terbaik untuk Aceh di ajang paling bergengsi itu. “Insya Allah, Sylvia akan memberi yang terbaik buat Aceh,” ujarnya dalam perbincangan khusus di Kantor Harian Serambi Indonesia, di Banda Aceh, Sabtu (15/12).

Dara kelahiran Lhokseumawe 25 Mei 1989 itu berjanji bahwa di ajang tersebut ia tidak saja mempromosikan Aceh sebagai daerah wisata yang kaya akan seni budaya, tapi juga akan menunjukkan jati dirinya sebagai perempuan Aceh yang Islami, dengan tetap mengenakan jilbab. “Saya nanti akan tetap mengenakan jilbab,” katanya.

Dara yang hobi traveling dan membaca ini bertekat tetap akan mengenakan jilbab sepanjang event itu berlangsung. “Tanggung jawab moralnya bukan hanya soal Aceh yang bersyariat Islam. Tapi, memang kodrat saya sebagai seorang wanita muslim, ingin memperkenalkan fashion dengan tema muslim, bahwa memang cantik itu tidak harus terbuka. Cantik itu bisa juga tertutup kok,” ujar Juara III Putri Citra 2012 ini.

Menurut Sylvia, kontes pemilihan Puteri Indonesia 2013 mendatang merupakan yang ke-17. Malam grand final akan diselenggarakan di Plenary Hall Jakarta Convention Center, Jakarta, 1 Februari 2013. Tiga puluh delapan finalis dari 33 provinsi akan berkompetisi memperebutkan gelar Puteri Indonesia. Edisi terakhir Puteri Indonesia diselenggarakan pada 2011.

Sylvia telah menjalani audisi di Jakarta pada 3 Desember lalu, dinyatakan lulus dan langsung menandatangani kontrak dengan pihak Mustika Ratu selaku penyelenggara kontes Putri Indonesia 2013. Kali ini, audisi tidak dilakukan di daerah, tapi peserta mengisi form dan mengirimkan ke pihak panitia penyelenggara. “Dari sejumlah peserta dari Aceh, akhirnya panitia memilih Sylvia berhak mewakili Aceh dalam kontes pemilihan Puteri Indonesia 2013,” ujarnya.

Sebelumnya, Sylvia pernah ikut audisi dalam ajang yang sama di Lhokseumawe pada 2011 lalu. Namun saat itu, ia hanya masuk sebagai finalis. “Tapi tahun ini berkat dukungan teman-teman manajemen di Zero V Management, Sylvia bisa ikut lagi dan alhamdulillah terpilih mewakili Aceh,” ujarnya didampingi Echa (Talent Magaer Zero V Management), Erick (Koordinator Zero V Management) dan Aida (Humas Zero V Management).

Sylvia berkomitem akan tampil optimal memperkenalkan Aceh di tingkat nasional. Terlebih kontes pemilihan Puteri Indonesia juga digelar di tengah Aceh menyongsong tahun kunjungan wisata (Aceh Visit Year 2013). Untuk itu, ia mengakui sudah menguasai sejumlah tarian tarian daerah, seperti tari Perang Sabi, Ranup Lampuan, dan Saman.

Bakat seni ini sepenuhnya akan diuji dalam masa karantina pada 23 Januari mendatang. “Saya ambil Tari Perang Sabil. Ya, itu karena Sylvia ingin tampil beda saja. Kalau Tarian Ranup Lampuan, Saman itu sudah biasa dilihat. Harapannya bisa menjadi nilai tambah,” ujar pemenang Lomba Inong (Lady) Yamaha Mio 2011 ini.

Meski demikian, ia mengaku masih membutuhkan dukungan semua pihak. Selain dukungan moril dari teman-teman, management, dan keluarga, dia juga sangat berharap dukungan Pemerintah Aceh. Sebab, perjuangan yang bakal dilalui di ajang bergengsi itu, lumayan berat karena harus bersaing dengan peserta lainnya dari seluruh provinsi di Indoensaia.

Sylvia juga berharap masyarakat dapat memahami bila ajang kontes pemilihan Puteri Indonesia adalah event yang menguji bakat peserta, termasuk tentang pengetahuan daerah yang mereka miliki. “Jadi, menang atau tidak di ajang tersebut nantinya, Silvy akan tetap berkontribusi untuk Aceh, untuk Indonesia,” pungkasnya.(ansari hasyim)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved