Dua Bulan Gaji Dosen Poltas Tertahan

Anggota DPRK Aceh Selatan dari Partai Demokrat, Syahril SAg menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan dan pihak

* Anggota DPRK Nilai Pemkab dan Yayasan tak Becus

TAPAKTUAN – Anggota DPRK Aceh Selatan dari Partai Demokrat, Syahril SAg menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan dan pihak Yayasan Politeknik Aceh Selatan (Poltas) tidak becus dalam mengelola perguruan tinggi tersebut. Buktinya sudah dua bulan gaji karyawan dan dosen belum dibayar oleh pihak yayasan, sehingga menyebabkan pihak karyawan dan dosesn di Poltas tersebut terlilit utang kepada pihak ketiga.

“Bukan kali pertama ini Poltas molor dalam membayar gaji karyawan dan dosen tepat waktu, menurut informasi yang saya terima pernah gaji karyawan dan dosen di Poltas itu dibayar tiga bulan sekali, bahkan untuk bulan November dan Desember 2012 ini dilaporkan belum juga dibayar oleh pihak yayasan, sehingga menyebabkan karyawan dan dosen di Poltas tersebut terlilit utang baik di bank atau di tempat lain,” lata legislator Partai Demokrat ini kepada Serambi, Minggu (30/12).

Ironisnya, kata Syahril, menurut kabar yang dia terima fasilitas kampus pun disalahgunakan untuk kegiatan di luar Poltas. Ada juga informasi bahwa ada karyawan sudah hampir satu bulan masuk kantor hanya sekadar menandatangani absensi. “Oleh karenanya, kami meminta kepada pemerintah daerah dalam hal ini Sekda untuk segera membenahi Poltas dan pengurus yayasannya,” ungkap pria yang juga Ketua DPC Demokrat Aceh Selatan ini.(tz)

Dana Poltas Tertahan
WAKIL Direktur II Bidang Adminitrasi dan Keuangan Politeknik Aceh Selatan, Masrizal MSi yang dikonfirmasi Serambi via ponsel kemairn membenarkan bahwa sudah dua bulan gaji karyawan dan dosen di Poltas tersebut tertahan. Kondisi itu menurutnya terjadi akibat tertahannya dana operasioanal Poltas dari Pemkab Aceh Selatan.

“Dana operasional Poltas sudah empat bulan tertahan, terhitung sejak bulan Agustus 2012 kemarin, namun kalau gaji karyawan dan dosen cuma baru dua bulan, kalau memasuki bulan Januari 2013 ini berarti sudah tiga bulan,” jelas Masrizal.

Dikatakannya, jika berharap dari dana pembayaran SPP mahasiswa juga tidak mampu menutupi gaji karyawan dan dosen di Poltas tersebut, karena jumlah setoran SPP mahasiswa yang jumlahnya lebih kurang 320 orang itu hanya mampu menutupi biaya operasional kampus seperti rekening listrik dan lain sebagainya, sedangkan untuk gaji karyawan dan dosen perlu adanya bantuan dan suntikan dana dari Pemkab Aceh Selatan.

“Kampus kita kan masih baru, jadi tidak mungkin dari dana pembayaran SPP itu mampu menutupi gaji karyawan dan dosen, terlebih lagi SPP tersebut sebagian di antaranya masih menunggak dan ada juga yang membayar cicilan. Kondisi ini tidak bisa kita paksakan karena mahasiswa yang kuliah di sini umumnya berasal dari keluarga kurang mampu,” ungkap Masrizal sembari berharap Pemkab Aceh Selatan bisa kembali kepada komitmen awal pendirian Poltas dimaksud.(tz)

Belum Berhasil Dikonfirmasi
SEMENTARA itu pihak Pemkab Aceh Selatan yang dicoba hubungi Serambi kemarin belum berhasil. Berhubung hari Minggu, pejabat teras di Pemkab Aceh Selatan tak satupun berhasil di konfirmasi terkait tertahannya dana operasional Politeknik Aceh Selatan tersebut.

“Kalau libur HP pejabat Aceh Selatan sering tidak aktif,” kata salah seorang wartawan ketika Serambi berusaha berkali-kali menghubungi Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Selatan, Drs H Harmaini MSi ke nomor telpon selulernya.(tz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved