Kamis, 4 Juni 2026

Desain Ulang Harapan Bangsa

Dosen Fakultas Tehnik Unsyiah, Dr Ir Abdullah M.Sc memberi saran agar mendesai ulang Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto Desain Ulang Harapan Bangsa
SERAMBI/MUHAMMAD HADI
Atap Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh masih terlibat bolong akibat hempasan akibat kencang. Hingga kini atap stadion berkapasitas 40.000 penonton itu belum diperbaiki. Foto direkam, Selasa (1/1) sore.
BANDA ACEH - Dosen Fakultas Tehnik Unsyiah, Dr Ir Abdullah M.Sc memberi saran agar mendesai ulang Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh. Karena kerusakan yang terjadi bukan hanya atapnya saja, tapi di bawah tribun cukup parah akibat sebelumnya dihantam gempa berkekuatan 8.9 skala Richter 26 Desember 2004 dan disusul gempa lainnya.

“Sebaiknya didesain ulang atap dan ruang di bawah tribun Stadion Harapan Bangsa yang sudah parah akibat gempa tahun 2004 dan disusul gempa lain,” ujar Abdullah yang ditanyai Serambi kemarin setelah sebelumnya meninjau stadion berkapasitas 40.000 penonton bersama tim dari Teknik Sipil Unsyiah, Teknik Arsitektur Unsyiah, dan BMCK Provinsi Aceh. Tim ini datang ke stadion sebelum digelar turnamen internasional Piala Gubernur Aceh yang bergulir 15 Desember 2012.

Menurut Abdullah, Stadion Harapan Bangsa bukan atap saja yang bermasalah. Boleh dibilang atap cuma masalah kecil. Karena begitu tim ke sana hanya untuk melihat kondisi atap stadion, tapi begitu masuk, ternyata di bawah tribun juga bermasalah. “Ruang di bawah tribun cukup parah setelah kena gempa besar tahun 2004, dan disusul gempa lain,” ujar Abdullah yang menyebutkan draf laporan tentang stadion sudah diserahkan kepada BMCK Aceh.

Dijelaskan Abdullah, kerusakan atap stadion yang berulang kali akibat seng tidak cocok dengan kekuatan angin hingga tidak kuat menahannya. Ia menyarankan agar bahan harus seng harus diganti. Sebab rangka pengikat seng tidak kuat hingga merusak seng. “Pengikat seng harus diperbesar ukurannya. Tapi kalau pengikat seng diperbesar, harus diperhatikan juga, apa strukturnya kuat. Bisa jadi harus dibongkar semua bila strukturnya tidak kuat bila pengikat seng diperbesar. Kalau memang dikerjakan harus bertahap,” ujar Abdullah.

Berdasarkan catatan Serambi, atap Stadion Harapan Bangsa rusak tiap tahun sejak 2010, 2011 hingga 2012. Tiap angin kencang sering menghempas seng atap stadion hingga terlempar ke tanah. Kondisi ini dikhawatirkan akan membahayakan aktifitas para atlet yang berlatih. Saat kerusakan atap stadion terjadi tahun 2010 langsung diperbaiki melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA).

Tapi pada tahun 2011 terjadi lagi kerusakan dan diperbaiki lagi pada Oktober dan November yang menghabiskan dana Rp 1,2 miliar dari APBA 2011. Badai pada Mei 2012 kembali menghempaskan seng atap stadion, tapi kesulitan anggaran untuk memperbaikinya hingga kini. Karena dalam APBA 2012, Dispora Aceh hanya mengajukan dana Rp 600 juta untuk rehab berbagai fasilitas stadion.(adi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved