Konsultasi Kesehatan
Gangguan Jiwa Psikotik Bisa Disembuhkan
Psikotik adalah suatu kelainan jiwa yang masih dapat disembuhkan
Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh, dr Malawaty SpKJ, Sabtu (12/1), mengatakan, penderita psikotik ini cukup banyak ditemukan dalam masyarakat modern, termasuk di Aceh sendiri. Penyakit kelainan jiwa psikotik banyak ditemukan dalam masyarakat dengan tidak memandang jenis kelamin dan usia penderita. Kasus psikotik ini sangat individual, sehingga diperlukan penganan yang sangat spesifik pula. Dari segi jumlah penderita, kaum laki-laki lebih rentan menderita psikotik ketimbang wanita.
Psikotik adalah gangguan jiwa yang ditandai dengan ketidakmampuan individu menilai kenyataan yang terjadi, misalnya terdapat halusinasi, waham atau perilaku kacau dan aneh. Psikotik yang dibahas di sini adalah psikotik akut dan kronik. Hampir sama dengan psikopat, kata Malawaty, namun penyebab dan ciri-ciri penderita antara kedua penyakit kelainan jiwa itu berbeda. Selama bertugas di RS Jiwa Aceh, ia menemukan, hampir 100 persen penghuni rumah sakit jiwa pemerintah itu menderita kelainan jiwa psikotik, mulai dari ringan hingga psikotik kronik.
Secara umum, katanya, penderita psikotik dipicu oleh ketidakmampuan seseorang untuk menyelesaikan masalah yang diterima oleh seorang manusia. Cara mengendalikan, memperlakukan dan merespons masalah yang dihadapi sangat berbeda antara satu orang dengan orang lain, sehingga tingkatan keparahan psikotik yang diderita sangat beragam meskipun sama-sama ditimpa oleh masalah yang sama. (min)
Penyembuhan Psikotik
Upaya penyembuhan psikotik dapat ditempuh dengan dua cara, yakni dengan obat-obatan (farmakologi) dan psikoterapi (terapi kejiwaan). Biasanya proses penyembuhan dipadu antara keduanya. Dan yang paling menentukan, keluarga pasien harus memahami kalau kelainan jiwa psikotik memerlukan waktu penyembuhan yang lama. Di samping itu, kata Malawaty, stigma masyarakat terhadap penderita psikotik sebagai orang gila dan mengucilkannya menyebabkan proses penyembuhan psikotik butuh waktu lama.
Penyebab utama psikotik, kata Malawaty, selain faktor-faktor genetik (keturunan), faktor kamampuan pribadi mempertahankan terhadap gangguan stres dan latar belakang keluarga, pengaruh lingkungan yang juga menjadi pemicu timbulnya psikotik. Bila seseorang dengan riwayat keluarga yang menderita psikotik, katanya, kemungkinan menderita psikotik lebih besar apa bila disertai dengan faktor-faktor pemicu yang konflit. (min)
ciri gangguan psikotik akut
- Mendengar suara-suara yang tidak ada sumbernya
- Keyakinan atau ketakutan yang aneh/tidak masuk akal
- Kebingungan atau disorientasi
Jangan Dibawa ke Dukun
Kepala Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Jiwa (BLUD RSJ) Aceh Drs Abdul Karim MSi mengatakan, selama ini masyarakat lebih tertarik membawa ke dukun anggota keluarganya yang terganggu jiwa. Akibatnya, penanganan di rumah sakit pun jadi terlambat. “Memang masih ada pemahaman sebagian masyarakat seperti itu. Maka ketika dibawa ke sini jadi sulit disembuhkan, karena sudah terlambat,” kata Abdul Karim kepada Serambi, Jumat (11/1). Dia berharap pasien yang terganggu jiwa untuk diobati secara medis terlebih dahulu dan tidak dibawa ke dukun.
Dikatakan Abdul Karim, saat ini rumah sakit yang dipimpinnya menampung 789 orang pasien. Sedangkan tempat tidur yang tersedia hanya untuk 340 orang. “Jadi, sudah membludak jumlahnya. Sudah seperti panti asuhan,” kata Abdul Karim seraya tersenyum.
Penyebab jumlahnya semakin membludak, selain karena jumlah pasien yang masuk terus bertambah, juga lantaran pasien yang telah sembuh secara klinis pun tak kunjung dijemput keluarganya. Yang menarik, kata Abdul Karim, ada pasien yang sudah sembuh dan telah dipulangkan ke kampungnya, e sebulan kemudian balik lagi. “Saya tanya kenapa balik lagi. Kata dia, di kampung susah dapat makan. Kalau di sini sehari tiga kali sudah pasti dapat makan,” kata Abdul Karim menirukan penuturan pasien. Di RSJ Aceh, jumlah pasien dari Pidie menempati rangking tertatas, mencapai 81 orang. Selanjutnya dari Aceh Besar 81 orang, dan Aceh Utara dan Bireuen masing-masing 74 orang. (sak)