Pilkada Aceh Selatan
Aceh Selatan Kondusif
Kondisi keamanan Aceh Selatan dilaporkan tetap kondusif pasca-insiden hangusnya dua unit mobil tim sukses (timses) pasangan
Kapolres Aceh Selatan, AKBP Sigit Jatmiko SH SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Agung Gima Sunarya yang dihubungi Serambi, Sabtu (19/1) malam mengatakan, kondisi Aceh Selatan pasca-insiden terbakarnya mobil timses SAMAN tetap kondusif. “Aktivitas masyarakat berjalan normal, begitu juga kegiatan kampanye pilkada berlangsung tanpa gangguan,” kata AKP Agung.
Menurut Kasat Reskrim, Kapolres Aceh Selatan sudah memerintahkan seluruh kapolsek di jajarannya untuk berkoordinasi dengan para keuchik agar mengaktifkan poskamling guna menghindari terjadinya gangguan kamtibmas, termasuk mencegah terulangnya kasus seperti yang dialami timses SAMAN.
Kasat Reskrim Polres Aceh Selatan mengatakan, proses kampanye pilkada berjalan aman-aman saja dan pihak kepolisian tetap siaga di berbagai lokasi kampanye. “Insya Allah suasana kondusif seperti ini tetap terpelihara,” kata AKP Agung Gima Sunarya.
Di kediaman Bakri, timses SAMAN tadi malam terlihat aman-aman saja. Police line masih terpasang di garasi mobil, tempat terjadinya insiden pembakaran pada Jumat (18/1) dini hari. Menurut Bakri, salah satu mobil yaitu Mitsubishi Strada Triton Double Cabin BK 8454 AC sudah diamankan polisi ke Mapolres Aceh Selatan. Sedangkan Kijang Innova BK 60 P masih tetap di lokasi sambil menunggu tim forensik dari Medan. “Kami menyerahkan sepenuhnya pengusutan kasus ini ke polisi,” kata Bakri yang merupakan adik kandung dari cawabup Aceh Selatan, H Ridwan A Rahman MMT.
Seperti diberitakan, Pilkada Aceh Selatan yang sedang tahapan kampanye mulai ternoda dengan aksi yang diduga sebagai bentuk teror terhadap masyarakat maupun peserta pilkada itu sendiri. Pada Jumat dini hari kemarin, dua unit mobil tim sukses (timses) pasangan cabup/cawabup Aceh Selatan nomor urut 2 yang diusung Partai Golkar dan koalisi, Muhammad Saleh SPdi/Ir H Ridwan A Rahman MMT (SAMAN) diduga dibakar oleh orang yang belum teridentifikasi.(tz/nas)
Kayu Berbalut Kain di Garasi Timses
POLRES Aceh Selatan bersama jajarannya terus mengusut dugaan pembakaran mobil timses SAMAN yang terjadi Jumat (18/1) dini hari. Kapolres Aceh Selatan melalui Kasat Reskrim AKP Agung Gima Sunarya mengatakan, pihaknya terus melakukan pengembangan kasus itu sambil menunggu turunnya tim forensik dari Medan.
Menurut Kasat Reskrim, indikasi awal mobil itu dibakar, karena di lokasi ditemukan barang bukti (BB) berupa kayu dibalut kain yang kemudian disiram bensin. “Dugaan sementara mobil itu dibakar. Namun untuk memastikannya harus menunggu tim forensik dari Medan,” demikian AKP Agung Gima Sunarya.(tz)
KIP: Jangan Gegabah Menyimpulkan
BANDA ACEH - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh menyerukan semua pihak tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses pengusutan kasus mobil timses cabup/cawabup Muhammmad Saleh SPdi/Ir H Ridwan A Rahman MMT (SAMAN) kepada pihak berwajib.
“Kasus ini (dugaan dibakar atau terbakar) mobil timses SAMAN tidak boleh secara gegabah diambil kesimpulan. Tentu kita harus mengetahui motifnya dulu. Maka kita harus menunggu hasil penyelidikan polisi,” kata Ketua Divisi Hukum KIP Aceh, Zainal Abidin SH kepada Serambi, Sabtu (19/1).
Menurut Zainal, kasus ini benar-benar harus dicermati dengan seksama. Karena sampai saat ini motif terbakarnya kedua mobil tersebut belum diketahui pasti.
“Kasus ini harus dilihat apakah dibakar atau terbakar. Kalau dibakar harus dilihat lagi apakah terkait dengan pilkada atau tidak. Jika terkait pilkada maka kewenangan panitia pengawas (panwas) dan kepolisian menanganinya,” ujar Zainal.
Namun, lanjut Zainal, jika kasus tersebut tidak ada kaitan dengan pilkada, maka tidak ada aturan kepemiluan yang dilanggar. “Artinya, kewenangan kepolisian sepunuhnya untuk mengusut sebagai tindak pidana umum,” tandas Zainal.(sup)
Harus Cepat Diungkap
KASUS pembakaran mobil cabup/cawabup Aceh Selatan merupakan preseden buruk dalam pesta demokrasi. Kami minta polisi secepatnya mengungkap motif di balik kasus yang menimpa mobil timses SAMAN ini. Dengan cepatnya pengungkapan kasus diharapkan masyarakat tidak termakan dengan opini yang sengaja diciptakan pihak yang tidak bertanggungjawab untuk mengambil kesempatan di balik kejadian ini.
Kami juga mengimbau agar kerjasama antara rakyat dan aparat hukum harus ditingkatkan untuk mencegah tindakan anarkis dan kekerasan. Hindari main hakim sendiri dan terjebak dalam aksi balas membalas. Tindakan seperti itu justru akan semakin memperburuk keadaan yang pada akhirnya akan mengacaukan pelaksaan pesta demokrasi.
* Destika Gilang Lestari, Koodinator KontraS Aceh. (sup)