Rabu, 10 Juni 2026

Kisah Cinta Yusef dan Ghada di Tengah Perang Suriah

"Saya ingin perang segera berakhir, sehingga kami bisa memulai hidup kami bersama anak-anak,"

Tayang:
zoom-inlihat foto Kisah Cinta Yusef dan Ghada di Tengah Perang Suriah
JM LOPEZ / AFP
Yusef dan Ghada menjalani kisah cinta yang penuh liku dan perjuangan di tengah perang yang menghancurkan kota Aleppo, Suriah.

"Kami hanya pernah bertemu empat kali. Ghada tinggal di kawasan yang dikuasai pemerintah. Dan jika saya pergi ke sana saya pasti dibunuh karena saya anggota pemberontak," kata Yusef.


"Seringkali juga terlalu berbahaya bagi Ghada untuk mengunjungi saya. Jadi kami menghabiskan waktu selama tujuh bulan terakhi lewat internet dan telepon," kata Yusef.


Kini keduanya sudah menikah dan berharap memiliki setidaknya dua orang anak, meski keduanya memiliki pemikiran berbeda soal masa depan.


"Saya ingin anak-anak saya ikut berjuang dalam perang atau membangun kembali negeri ini jika konflik berakhir," kata Yusef bangga.


Namun, saat ini Ghada hanya memimpikan perdamaian datang sesegera mungkin.


"Saya ingin perang segera berakhir, sehingga kami bisa memulai hidup kami bersama anak-anak," harap Ghada.

Dengan kondisi perang belum kunjung berakhir, Ghada kahwatir keluarganya harus pergi meninggalkan Suriah dan menjadi pengungsi.

"Saya tak ingin meninggalkan Suriah. Namun, bisa saja pikiran saya berubah karena yang saya inginkan adalah yang terbaik untuk keluarga," papar Ghada.

"Dalam hati terdalam saya ingin membangun sebuah negara baru di mana anak-anak kami bisa hidup bahagia," pungkas Ghada perlahan.

 
Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved