Jumat, 24 April 2026

Serambi Healthy

Katarak Harus Dioperasi

Pernahkah Anda mengalami penglihatan yang tidak jelas, seperti terdapat kabut menghalangi objek? Apakah Anda peka terhadap sinar atau cahaya

Editor: bakri
Pernahkah Anda mengalami penglihatan yang tidak jelas, seperti terdapat kabut menghalangi objek? Apakah Anda peka terhadap sinar atau cahaya atau  kadang merasa penglihatan pada satu mata menjadi dua atau ganda? Apakah memerlukan pencahayaan yang terang untuk dapat membaca dan apakah lensa mata berubah menjadi buram seperti kaca susu? Jika merasakan gejala-gejala  tersebut,  maka kemungkinan Anda menderita katarak.

Dokter spesialis mata Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh, dr Feriyani SpM, Sabtu (26/1),  mengatakan, Anda  harus berhati-hati jika mendapat gejala tersebut. Sebab,  gejala-gejala tersebut adalah gejala umum adanya penyakit katarak. Feriyani menjelaskan,  katarak adalah perubahan lensa mata yang sebelumnya jernih dan tembus cahaya menjadi keruh. Katarak menyebabkan penderita tidak bisa melihat dengan jelas,  karena dengan lensa yang keruh cahaya sulit mencapai retina dan akan menghasilkan bayangan yang kabur pada retina.

Dikatakan, katarak hanya dapat disembuhkan dengan operasi,  yakni menggantikan lensa mata dengan yang jernih. Hingga saat ini, belum ditemukan obat-obatan atau teknologi yang dapat menyembuhkan katarak tanpa operasi.  Meskipun dapat memperlambat proses penebalan katarak,  namun penyakit degeneratif  (penuaan) tersebut belum diketahui penyebab dengan pasti. Biasanya katarak terjadi pada kedua belah mata, dan tidak pernah terjadi hanya pada salah satu mata saja.  Hingga kini, kata Feriyani, penyebab katarak belum diketahui jelas, namun  sebagian besar katarak terjadi karena proses degeneratif atau penuaan. Di samping itu, katarak juga bisa disebabkan oleh penyakit sistematis seperti diabetes mellitus (DM), penggunaan obat tertentu, khususnya steroid, mata tanpa pelindung terkena sinar matahari (UV) dalam waktu cukup lama, pernah operasi mata sebelumnya, pernah trauma atau kecelakaan pada mata, atau mata terbentur. Faktor lingkungan juga turut berperan mempercepat perkembangan katarak seperti merokok atau kena  bahan dan gas beracun lainnya.

Feriyani menyebutkan, penderita katarak akan mengalami pengelihatan yang buram atau seperti berasap, ketajaman pengelihatan berkurang, penglihatan ganda, dan seringnya berganti-ganti kacamata yang diresepkan dokter. Ini  merupakan karakteristik penyakit katarak. “Jika hal tersebut dialami,  maka dianjurkan untuk berkonsultasi dengan spesialis mata,” ujar Feriyani yang menyelesaikan pendidikan Spesialis Mata di Uniiversitas Sumatera Utara (USU) ini.

Kasus penderita katarak di Aceh, katanya, cukup banyak,  mencapai satu persen dari jumlah penduduk di daerah ini. Dan yang paling banyak ditemukan adalah katarak senilis,  yang disebabkan oleh faktor ketuaan. (min)

Jalani Pemeriksaan Lengkap
Tidak ada obat untuk menghilangkan katarak,  karena hanya bisa hilang dengan operasi dan diganti dengan lensa yang jernih. Sebelum melakukan operasi, katanya, dokter akan melakukan pemeriksaan dahulu secara lengkap. Mulai dari pasien tidak boleh mengandung gula tinggi, pemeriksaan fungsi retina, serta pemeriksaan ukuran lensa tanam. “Untuk menghindari angka kegagalan operasi,  yang penting menjalani pemeriksaan awal yang lengkap,” ujar Feriyani yang  Ketua Persatuan Dokter Ahli Mata Indonesia (Perdami) Aceh itu.

Dan hasil operasi akan bagus bila fungsi retina dan organ lainnya dalam kondisi baik.  Pada saat ini,  operasi katarak tidak hanya mempertimbangkan fungsi penglihatan,  tapi juga kualitas penglihatan, sehingga  setelah operasi, pasien tak lagi menggunakan kacamata. Karena salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan proses penebalan katarak adalah seringnya mata terpapar sinar ultraviolet atau sinar matahari, maka disarankan agar masyarakat menggunakan kacamata ultraprotection (proteksi sinar ultra violet) yang bagus.

Katarak berkembang dari berbagai sebab, termasuk  paparan sinar ultraviolet dalam jangka waktu lama, paparan radiasi, efek sekunder dari penyakit seperti usia diabetes, hipertensi.

Faktor genetik sering merupakan penyebab katarak kongenital dan riwayat keluarga positif juga mungkin memainkan peran dalam predisposisi seseorang menderita  katarak pada usia sebelumnya.(min)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved