Serambi Property
Pemain Baru Bidik Pasar Rumah
Salah satu perbankan syariah di Aceh yang merupakan pemain baru sektor perumahan, BRI Syariah Banda Aceh terus menggenjot
BANDA ACEH - Salah satu perbankan syariah di Aceh yang merupakan pemain baru sektor perumahan, BRI Syariah Banda Aceh terus menggenjot pasar perumahan di Banda Aceh dan kawasan Aceh Besar. Bank syariah ini terus merambah berbagai instansi, lembaga atau badan swasta bonafit untuk menggaet nasabah dari kalangan menengah-dan bawah
Pemimpin Cabang BRI Syariah Banda Aceh, Akhyar Sulhan, Rabu (23/1/2013) menyatakan potensi pasar perumahan di Banda Aceh masih tinggi, seiring permintaan terus meningkat. Dia menegaskan, pihaknya siap memberi pelayanan terbaik kepada para calon nasabah KPR, termasuk developer muda.
Bank satu ini yang menjalankan prinsip-prinsip Islam dalam transaksi keuangan masih menetapkan uang muka 20 persen dari harga rumah developer dan masa angsuran sampai 15 tahun. Akhyar menegaskan setiap calon nasabah yang telah memiliki berkas lengkap, persetujuan prinsip hanya sampai tiga hari.
Dicontohkan, jika satu rumah bernilai jual Rp 200 juta, maka DP pokok sebesar Rp 40 juta dan sisa kredit pokok sebesar Rp 160 juta. Dengan masa angsuran sampai 15 tahun, maka angsuran yang ditetapkan per bulan sekitar Rp 2 juta/bulan.
Bukan itu saja, sebutnya, para calon nasabah dapat memilih rumah melalui pihaknya, tetapi khusus developer dibawah binaan BRI Syariah. “Warga yang belum memiliki rumah dapat berkonsultasi untuk menentukan hunian yang diidamkamnnya, termasuk penentuan lokasi,” jelasnya.
Akhyar yang mulai memimpin sejak Agustus 2012 mengatakan berbagai terobosan telah dilakukan untuk memberi pelayanan kepada masyarakat. Disebutkan, pada periode Januari-Juni 2012, hanya 12 unit. Tetapi, periode Juli-Desember 2012, berhasil dinaikkan menjadi 30 unit dengan total dana KPR yang diluncurkan mencapai Rp 6 miliar.
Direncanakan, dengan dukungan para tenaga muda, termasuk Hafit Zulkarnaen, Marketing Manager (Manejer Pemasaran), target KPR 2013 dinaikkan lebih dari 300 persen menjadi Rp 20 miliar. “Melalui para tenaga muda, kami siap memasuki semua lini masyarakat yang ingin memiliki rumah,” urai Akhyar.
Dalam urusan pembangunan rumah oleh developer, BRI Syariah yang terletak di Jl Sultan Alaidin Mahmudsyah juga ikut mengawasi, seiring izin prinsip dan akad-kredit dapat dilakukan, walau rumah belum selesai dibangun. Bahkan, hanya dengan persetujuan lokasi pembangunan rumah oleh calon nasabah, hal tersebut juga dapat dilakukan, katanya.
“Rumah type apapun, kami siap memberi KPR atau pembiayaan pembangunan bagi para developer,” jelasnya. Disebutkan, untuk pembiayaan pembangunan perumahan atau juga KPR bagi calon nasabah tidak dibatasi dan keputusan dapat ditentukan pada tingkat manajer pemasaran.
Pria ramah ini yang mengaku juga siap menerima panggilan telepon dari para calon atau nasabah menjelaskan sebanyak 8 develepor muda potensial berada di bawah binaannya, termasuk BS Property Banda Aceh. “Para calon pembeli rumah dapat langsung menghubungi bagian pemasaran, termasuk saya untuk menanyakan rumah atau hal lainnya,” sebutnya.
Apalagi, sebutnya, sistim berdasarkan jual beli, walau telah ada ketentuan yang telah ditetapkan dengan angsuran berdasarkan lamanya akad kredit. “Para calon nasabah KPR dapat menentukan kemampuannya membayar angsuran yang disesuaikan dengan type dan harga rumah,” urainya.
Sementara, persyaratan yang ditentukan masih sama dengan perbaikan lainnya, seperti KTP, NPWP, sampai keabsahan tanah, SHM. Untuk pembiayaan KPR, dimulai dari Rp 30 juta sampai Rp 1,5 miliar dengan margin fixed (tetap) atau dengan suku bunga seperti bank konvensional 5,9 sampai 8,5 persen per tahun.
Selain itu, sejumlah perbankan syariah lainnya yang beroperasi di Aceh juga gencar menggaet para calon nasabah KPR. Sebut saja, seperti Bank Mandiri Syariah yang telah memiliki kantor kas di Ulee Kareng atau juga BII Syariah di Merduati, serta sejumlah perbankan syariah lainnya, selain bank konvensional dengan keunggulan dan kekurangan masing-masing.(muh)
KPR Sudah Bisa Melalui Surat Elektronik
Warga Provinsi Aceh, mulai dari Banda Aceh, pesisir timur, barat-selatan dan wilayah tengah Aceh sudah dapat memanfaatkan layanan KPR BTN melalui surat elektronik (e-mail). Bank spesialis perumahan ini telah membuka e-mail: btn_kcbna@yahoo.com
Wakil Kepala BTN Banda Aceh, Budi Kurniani, Jumat (25/1/2013) menyatakan warga Aceh yang ingin memiliki rumah idaman, dapat memanfaatkan layanan ini. “Kami akan memberi tanggapan atas seluruh surat elektronik yang masuk, khususnya tentang KPR, tetapi harus jelas identitas, seperti nama atau juga nomor rekening,” ujarnya.
Bahkan, sebutnya, untuk memudahkan para calon pembeli rumah mendapatkan rumah melalui developer dapat memperlihatkan pra-syarat ke layanan ini. “Tetapi, untuk proses tahapan selanjutnya, harus datang langsung ke kantor BTN terdekat,” jelas Budi.
Dia juga mengungkapkan para nasabah KPR juga dapat menanyakan saldo akhir atau juga cicilan bulanan, termasuk lainnya. Budi menyatakan akan terus memberi layanan terbaik kepada para calon penerima KPR atau juga yang sudah menerima KPR. “Kami akan terus memberi berbagai kemudahan kepada para calon dan nasabah yang akan dan telah mendapatkan rumah idamannya,” tandasnya.(muh)