Serambi Healthy
Anak Sering Kejang Bila Demam
Assalamualaikum Wr. Wb. Dokter, saya seorang ibu yang saat ini punya anak berusia tiga tahun. Selama setahun ini anak
Assalamualaikum Wr. Wb. Dokter, saya seorang ibu yang saat ini punya anak berusia tiga tahun. Selama setahun ini anak saya itu sudah mengalami kejang ketika demam sebanyak tiga kali dalam waktu yang berbeda-beda. Lama kejang sekitar 2-3 menit.
Yang ingin saya tanyakan, berbahayakah kejang demam pada kemampuan belajar anak? Dan bagaimana penanganan pertama yang dapat saya lakukan di rumah ketika anak kejang, karena kebetulan rumah saya jauh dari rumah sakit dan Puskesmas. Mohon penjelasan dokter
Jawab
Waalaikumsalam. Ibu yang baik. Kejang demam merupakan kejang atau sering disebut dengan istilah “step” (bahasa Belanda, koortsstuipen ). Ini terjadi pada bayi atau anak yang dipicu oleh demam. Kejang itu sendiri merupakan suatu manifestasi klinis dari lepasnya muatan listrik yang berlebihan dan mendadak di otak kita, karena adanya gangguan fungsi dari sel otak. Kejang demam biasanya terjadi pada usia tiga bulan hingga 5 tahun. Oleh karena itu, penyakit ini juga tergantung dengan usia. Berdasarkan lama dan sifat kejangnya, kejang demam dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu kejang demam sederhana dan kejang demam kompleks.
Kejang merupakan hal yang paling menakutkan, namun sangat penting untuk diperhatikan bahwa orang tua dan pengasuh harus tetap tenang dan sangat hati-hati dalam mengawasi anak saat serangan kejang. Rebahkan anak di lantai atau matras yang beralas lembut. Jika anak muntah atau banyak air liur di mulutnya, tubuhnya pelan-pelan dimiringkan agar dia tidak tersedak. Sebaiknya mengeluarkan benda-benda yang ada dalam mulut saat kejang. Jangan memasukkan benda-benda selama kejang, karena bisa menyebabkan luka pada mulut dan menyumbat saluran nafas.
Kejang akan berhenti sendiri dalam beberapa menit. Bila tersedia, masukkan diazepam dalam bentuk supositoria semi padat ke dalam anus anak untuk berantas kejang. Kompres kepala dan tubuhnya dengan air hangat, bukan air dingin. Air dingin justru akan meningkatkan demam.
Perhatikan jika kejang kurang dari 10 menit, anak harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Jika kejang telah berhenti, maka segera dibawa ke dokter untuk mencari sumber infeksi sehingga timbul demam dan kejang. Apakah karena infeksi telinga, saluran pernafasan, atau infeksi saluran pencernaan. Penyakit inilah yang justru harus diobati. Karena ini merupakan kejang demam, maka demamnya yang harus dicegah. Kalau anak mulai hangat, cepat-cepat diberi obat penurun panas.
Kejang demam termasuk penyakit ringan dan dapat sembuh sendiri bila kejang demam itu sederhana. Meskipun sangat menakutkan bagi orang tua, namun tidak menyebabkan kerusakan otak, kecuali kalau kejangnya berlangsung lama. Kejang demam yang lama dan berulang bisa merusak otak. Otak menjadi kurang oksigen, sehingga fungsi otak terganggu dan akhirnya menyebabkan sel-sel otak menjadi rusak. Jika ini terjadi bisa mengakibatkan gangguan kecerdasan, gangguan perilaku, dan gangguan intelektual, tergantung kerusakannya di bagian otak yang mana.