Nasrul Koto Terganjal Lisensi
PSLS Lhokseumawe harus mencari sosok pelatih kepala menyusul terganjalnya Nasrul Koto akibat lisensi
“Aturan dari regulator kompetisi, yakni PT Liga Prima Sportindo Indonesia (LPIS), pelatih kepala harus ada lisensi A AFC, sedang Nasrul berlisensi A Nasional,” jelas Sofyan Abdullah, Jumat (8/2) petang kepada Serambi.
Keberadaan dari lisensi mantan pemain Arseto Solo dan Aceh Putra Galatama (APG) Lhokseumawe terungkap dalam workshop yang digelar LPIS di Jakarta baru-baru ini. Selain PSLS, persoalan sertifikat pelatih kepala juga dialami Bontang FC Kalimantan Timur dan PSIR Rembang, Jawa Tengah.
Sofyan mengungkapkan, pihaknya sudah sepakat agar Nasrul Koto bisa tetap menjadi pelatih kepala bagi PSLS musim ini. Hal ini tidak lepas dari loyalitas dia terhadap PSLS selama ini. “Namun akibat terbentur dengan aturan, maka kita akan bicarakan kembali, apakah Nasrul tetap mau bergabung di PSLS selaku asisten atau pun tidak,” sebutnya.
Namun yang pastinya, sebut Sofyan, bagi PSLS kini sudah menjadi harga mutlak untuk mencari pelatih kepala lain yang lisensinya sesuai dengan aturan LPIS. “Dalam waktu dekat ini kami manajemen akan berembuk kembali untuk membahasnya,” ulasnya.
Selain masalah kepelatihan, hal khusus yang mencuat untuk PSLS selama workshop, tambah Sofyan, masalah kesiapan stadion. Dalam pertemuan itu, ia sudah menjelaskan kalau stadion telah direhab berat, dan kesiapannya sudah 90 persen. Sehingga pihaknya sudah
siap menggelar laga kandang PSLS di Tunas Bangsa. Manajer PSLS mengaku kalau Laskar Pase--julukan PSLS-- hingga petang kemarin belum mendaftarkan pemain. Di mana pendaftaran terakhir sudah dirilis pihak LPIS yakni 15 Februari ini. “Dari serangkaian penjelasan kita, PSLS telah siap baik mengikuti kompetisi atau menggelar laga kandang PSLS di Stadion Tunas Bangsa,” demikian Sofyan.(bah)