70 % Pelajar Lhokseumawe Terlibat Pergaulan Bebas
Pascatsunami, perilaku pergaulan bebas di kalangan pelajar semakin meningkat dan kian mengkhawatirkan. Terparah terjadi di Kota
Hal itu mengemuka dalam dalam seminar bertema, ‘Pengaruh Pergaulan Bebas Terhadap Kesehatan Reproduksi’ yang digelar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Aceh, Kamis (14/2).
Dalam acara tersebut, salah seorang pemateri, Dr Hj Cut Meurah Yeni Sp OG mengungkapkan hasil survey yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi (Dinkesprov) Aceh pada tahun 2012 lalu, dimana Lhokseumawe menduduki peringkat pertama terbanyak pelaku seks pra-nikah di kalangan pelajar, yaitu 70 persen, menyusul Banda Aceh sebanyak 50 persen.
“Saya cukup prihatin dengan kenyataan ini. Pada kasus kehamilan tidak diinginkan, banyak dari orang tua yang datang kepada saya dan meminta agar melakukan aborsi. Padahal ini adalah tanggung jawab bersama, terutama orangtua. Maka yang bisa saya lakukan adalah menyiapkan mental si calon ibu terhadap konsekuensi yang harus dihadapi,” ujar Cut Meurah Yeni yang akrab disapa Dokter Nyanyak ini.
Anggota ICMI Orwil Aceh, Ir H Faisal Adriansyah MSc, juga mengakui perihal peningkatan perilaku pergaulan bebas di kalangan pelajar di Aceh. “Pergaulan bebas disebabkan faktor lemahnya iman, lingkungan, kurangnya pengetahuan, dan faktor perubahan zaman. Orang tua dan media mempunyai peran besar terhadap perilaku pelajar,” ujar anggota ICMI Orwil Aceh, Ir H Faizal Adriansyah MSc.
Karena itu, ia mengapresiasi kebijakan Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, terkait larangan duduk mengangkang. Terlepas dari pro-kontra yang terjadi, menurutnya ini lahir dari keresahan melihat pola pergaulan remaja masa kini.
Seminar yang dilaksanakan selama dua hari itu dihadiri oleh 100-an peserta dari kalangan Guru Bimbingan dan Pengajaran (BP), anggota majelis taklim, dan kalangan akademisi.(n)