Sabtu, 6 Juni 2026

Trio Alumni Paraguay Perkuat Lantak Laju

Persiraja Banda Aceh resmi mendaftarkan 24 pemain ke PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) sebagai operator kompetisi

Tayang:
Editor: bakri
BANDA ACEH – Persiraja Banda Aceh resmi mendaftarkan 24 pemain ke PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) sebagai operator kompetisi Indonesia Premier League (IPL) musim 2013 pada Jumat (22/2) siang.

Dari jumlah itu, ternyata tiga Alumni Paraguay dipastikan membela Lantak Laju--julukan Persiraja--. Trio remaja yang sempat menimba ilmu di Amerika Latin itu, masing-masing Faumi Syahreza, Andri Muliadi, dan M Lirival Andrea. Ketiga mereka ini akan bergabung bersama pemain sarat pengalaman semisal Erik Saputra, Andria, Mukhlis Nakata, Kurniawan, serta penyerang jangkung, Farizal Dillah.

Sekretaris Umum Persiraja, Said Mursal kepada Serambi, kemarin mengatakan, pendaftaran pemain dilakukan setelah shalat Jumat (22/2) melalui email kepada PT LPIS. Dari 24 pemain tersebut, termasuk 13 orang yang lagi proses pengurusan alih status dan tujuh pemain Persiraja musim lalu. “Persiraja sudah mendaftakan 24 pemain tadi setelah shalat Jumat,” ujarnya.

Ditambahkan Said, pihaknya juga akan mengirim 13 berkas pemain untuk proses alih status dari amatir ke profesional, Sabtu (23/2). Segala perlengkapan administrasi yang dibutuhkan untuk alih status ini sudah lengkap sehingga menunggu pengesahan dari PT LPIS. “Kita berharap pengesahan pemain yang alih status ini bisa turun Senin (25/2) atau Selasa (26/2). Nanti dalam rapat meeting akan kita beritahu bahwa ada 13 pemain yang sedang proses pengesahan alih status bila belum turun pengesahannya Senin,” ujarnya.

Menurut Said, pemain yang tidak terpilih akan dimasukkan dalam tim U-21 Persiraja yang akan dibina lagi supaya bisa dipersiapkan untuk direkrut pada putaran kedua atau musim depan. Kali ini tim berjuluk Laskar Rencong berjanji akan mempersiapkan pemain U-21 sebagai bentuk pembinaan jangka panjang. “Kita berupaya agar pemain binaan U-21 yang ditargetkan 40 orang bisa mmenjalani latihan April mendatang. Pokoknya pembinaan berlanjut dan kita ingin maksimalkan pemain lokal untuk memperkuat Persiraja,” ujarnya.

Terkait kuota pemain asing untuk Persiraja, Said mengakui pihaknya belum punya keinginan untuk menambah pemain luar negeri. Sebenarnya pemain asing sangat dibutuhkan untuk memperkuat Persiraja musim ini. Tapi pendanaan menjadi kendala untuk merekrut legiun asing. “Kita sebenarnya butuh dua pemain asing. Tapi dana tidak ada untuk mengontrak pemain asing. Apalagi harga kontrak mereka biasanya  di atas pemain lokal,” ungkap Said Mursal.(adi)

Pembuktian Produk Latin
TRIO Alumni Paraguay masing-masing Faumi Syahreza, M Lirival Andrea dan Andri Muliadi resmi berkostum Persiraja di Indonesia Premier League (IPL) musim 2013. Mereka resmi didaftarkan bersama 24 pemain lainnya.

Masuknya tiga nama ini kembali membuktikan Alumni Paraguay bukanlah produk gagal. Mereka mampu bersaing dengan puluhan pemain lain yang mencoba mengadu nasib di Persiraja. Tapi, penampilan mereka selama latihan atau ujicoba membuat Arsitek Maman Suryaman terpicut untuk mengikutsertakan mereka dalam armada Persiraja musim ini.

Kini sejumlah Alumni Paraguay tersebar ke berbagai klub di Aceh atau di luar Aceh. Sebut saja Syahrizal yang kini membela Persija Jakarta di Indonesia Super League (ISL) musim 2013. Kemudian Bryan Muharram memperkuat Persitara Jakarta Utara. Sedangkan Zoelfadli, Taufiq Aqsar dan Rahmanuddin membela PSAP Sigli. Selanjutnya Muarif dan Firdaus Ramadhan bersama PSBL Langsa.

Bahkan kini Syahrizal mendapat kehormatan yang dipanggil oleh Badan Tim Nasional guna mengikuti pelatihan nasional (Pelatnas). Pemanggilan pemain belakang kelahiran Gandapura 2 Oktober 1993 ini seolah menegaskan kembali bahwa Alumni Paraguay punya nilai jual hingga level internasional.

Usia mereka yang masih muda diharapkan bisa mengikuti jejak Zikri Akbar. Ya, anak muda asal Bireuen tersebut sudah memperkuat klub papan atas Divisi I Paraguay, Cerro Porteno. Kalau mau jujur, pintu untuk melangkah ke sana tetap terbuka lebar.

Cerita kesuksesan Alumni Paraguay musim ini yang tersebar di sejumlah klub kembali mengingatkan kita bahwa 30 pemain ini masih terikat dengan Pemerintah Aceh. Karena, anak-anak masa depan Aceh ini mendapat kehormatan berlajar ilmu sepakbola dalam program yang dimulai 2008-2012 dan menghabiskan dana Rp 42,8 miliar.

Tapi sayangnya Pemerintah Aceh dan Dispora Aceh seperti lepas tangan hingga membiarkan nasib mereka terkatung-katung tanpa jelas setelah dana untuk program Paraguay habis Desember 2012. Akibat tidak jelas nasib membuat mereka mencari klub sendiri untuk melanjutkan kariernya. Seharusnya, Dispora Aceh malu karena hingga saat ini masih mengantung status pemain muda ini.

Padahal mereka dulu direkrut dengan kesepakatan dan kini terlepas tanpa surat penjelasan. Andai mereka dikelola dengan baik, mungkin dana yang sudah dihabiskan miliaran rupiah itu bisa kembali. Kalau pun tidak, jangan hambat masa depan mereka dengan tidak memberikan surat pemutusan kontrak. Ingat! Masa depan Randy Risky dkk masih panjang.(muhammad hadi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved