Breaking News:

Wartawan Serambi Juarai Berita Syariat Islam

Wartawan Harian Serambi Indonesia, Ansari Hasyim terplih sebagai juara pertama dalam lomba penulisan karya jurnalistik tentang

Wartawan Serambi Juarai Berita Syariat Islam
Ansari Hasyim
BANDA ACEH - Wartawan Harian Serambi Indonesia, Ansari Hasyim terplih sebagai juara pertama dalam lomba penulisan karya jurnalistik tentang penerapan syariat Islam di Aceh untuk kategori media cetak. Perlombaan memperebutkan hadiah total Rp 16 juta plus piagam ini diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh.

Penyerahan hadiah kepada para pemenang dilakukan seusai Seminar Nasional tentang Etika dan Profesionalitas Media dalam Pemberitaan Syariat Islam di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Kamis (11/4).

Karya jurnalistik Ansari dalam bentuk reportase mendalam dengan judul “Syariat Islam antara Kepastian Hukum dan Jerat Cemeti” menyisihkan tiga nominee lainnya. Yaitu, Fitri Juliana dari Tabloid Modus Aceh dengan Karya Menegakkan Syariat Setengah Hati (Pemenang II), Imran MA dari Majalah Tempo dengan karya Surat Terakhir Putri (Pemenang III), dan Pemenenang IV kembali jatuh ke tangan Fitri Juliana dari Modus dengan karya berjudul Bisnis Salon dan Esek-Esek.

Selain untuk kategori media cetak, perlombaan juga diikuti para wartawan media online. Untuk kategori media online pemenang pertama diraih Irmansyah IP dari Atjehpost.com dengan judul Karena Dewan tak Dicambuk, pemenang II diraih Saifullah dari media Wartaaceh.com dengan karya Syariat Tersandung Rupiah, pemenang III diraih Imran MA dari Acehtraffict.com dengan judul Tiga Hari Jelang Ajal Jemput Putri, dan pemenang IV diraih Siti Luluk Raihan dari media Lintasaceh.com dengan judul Syariat Islam Setengah Hati.

Keputusan para pemenang lomba dibacakan salah satu dewan juri Reza Indria.“Ada para peserta yang menang untuk dua karya, tapi ini karena memang waktu kita melakukan penilaian kita tidak mengetahui nama peserta,” kata Reza.

Sementara itu, seminar nasional tentang etika dan profesionalitas media dalam pemberitaan syariat Islam turut mengahadirkan tiga narasumber. Yaitu Sekretaris Jenderal Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia Suwarjono, Wakil Redaktur Pelaksana Serambi Indonesia Asnawi Kumar, dan Ketua AJI Banda Aceh, Maimun Saleh.

Suwarjono menyebutkan penting bagi wartawan untuk melakukan proses check and recheck terhadap suatu laporan yang ditulis wartawan sebelum diterbitkan. “Proses ini bukan sesuatu yang harus ditunggu, tapi memang sudah harus menjadi bagian dari rangkaian sebuah laporan yang wajib dilakukan,” jelasnya.

Dia sebutkan saat ini perkembangan media massa sudah begitu masiv ditandai dengan meningkatnya pengguna internet disamping semakin mudahnya masyarakat mengakses informasi melalui media telepon seluler dan media sosial, seperti facebook, blog, twitter dan lainnya.

“Ruang informasi bukan lagi menjadi sepenuhnya milik jurnalis, tapi juga sudah menjadi milik masyarakat,” tegasnya.

Wakil Redaktur Pelaksana Harian Serambi Indonesia Asnawi Kumar menekankan pentingnya seorang jurnalis melakuan tugasnya dengan profesional sesuai kode etik jurnalistik dan Undang-undang Pers.

“Kalau wartawan sudah taat pada kode etik profesi, segala risiko bisa diminimalisir. Dan yang terpenting adalah wartawan harus bertanggung jawab pada hati nurani,” ungkapnya.  (sar)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved