Sari India Masuk Aceh
Busana wanita khas India yang biasa disebut ‘Sari’, saat ini sudah ada di Banda Aceh, tepatnya di deretan pertokoan kawasan Tentera
BANDA ACEH - Busana wanita khas India yang biasa disebut ‘Sari’, saat ini sudah ada di Banda Aceh, tepatnya di deretan pertokoan kawasan Tentera Pelajar, Merduati. Pakaian yang hanya terdiri dari helaian kain yang tidak dijahit ini ternyata cukup diminati, meskipun harganya tergolong mahal.
Pramuniaga toko penjual sari india, Ayu, mengaku jika usaha tersebut dibuka baru sekitar tiga bulan lalu, oleh pengusaha yang juga keturunan asli India. “Pasokannya didatangkan langsung dari India,” katanya kepada Serambi, Minggu (14/4).
Sejak dibuka, dia mengaku kalau peminat sari india di Banda Aceh ternyata cukup besar. Sebagian ada yang dipakai sendiri, dan sebagian lagi sering dijadikan isi talam hantaran pengantin.
Soal harga, Ayu menjelaskan, kalau itu tergantung corak dan model. Harga paling murahnya sekitar Rp 400.000 per stel. “Kalau model dan corak kainnya itu penuh dengan batu-batu atau payet, harganya bisa sampai Rp 2.000.000,” imbuhnya.
Selain itu, Ayu menginformasikan bahwa gelang india ternyata juga banyak diminati kaum ibu dan remaja putri. Kata Ayu, para remaja putri biasanya mereka lebih suka ukuran gelang yang kecil dan harganya lebih murah, yakni Rp 80.000. Sedangkan kaum ibu lebih memilih gelang india yang berukuran besar yang harganya lebih mahal sekitar Rp 375.000.
“Kadang ibu-ibu itu suka beli banyak karena untuk dikasih ke anaknya atau teman-temannya. Atau kadang untuk dijual lagi,” demikian Ayu.(r)
Sekilas Sari India
SARI atau saree atau shari adalah jenis kain yang dipakai wanita di negara India, Bangladesh, Nepal, dan Sri Lanka. Sari adalah pakaian yang terdiri dari helaian kain yang tidak dijahit. Variasinya beragam dengan panjang 4-9 meter yang dipakaikan di badan dengan bermacam-macam gaya.
Jenis yang paling umum adalah sari yang dililitkan di pinggang, dengan ujungnya yang disangkutkan dari bahu ke punggung belakang. Sari biasanya dipakai menutupi petticoat atau baju bagian dalam (pavada/pavadai di India Selatan, dan shaya India Timur), dengan blus choli atau ravika.
Choli memiliki lengan yang pendek dan leher yang rendah untuk mengadaptasikan warga Asia Selatan dengan musim panasnya yang sangat panas.
Pakaian khas wanita dari India ini sudah banyak diadaptasi menjadi trend mode berpakaian wanita masa kini, dan tidak hanya terbatas untuk wanita India saja. Kain sari bukan lagi hanya sekedar pakaian tradisional Asia Selatan, tetapi juga menjadi simbol keanggunan perempuan.(wikipidia)