Serambi Property
Hari Ini, REI Aceh Gelar Musda
Pemilihan pemimpin organisasi elit, Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Aceh digelar di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, hari ini
BANDA ACEH - Pemilihan pemimpin organisasi elit, Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Aceh digelar di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, hari ini, Minggu (21/4). Seratusan undangan, khususnya dari kalangan developer lama dan baru yang berjumlah sekitar 30 orang, bersama pejabat pemerintahan, termasuk Deputi Kemenpera turut hadir.
Wakil Ketua REI Aceh, yang juga sebagai Ketua Panitia Musda REI Aceh ini, Zulfikar SE Ak, Sabtu (20/4) menyatakan seluruh persiapan telah rampung dikerjakan. Dia mengungkapkan, perhelatan ini didukung hampir seluruh pengusaha perumahan yang ada di Aceh, termasuk pendanaan, sehingga diharapkan dapat berjalan lancar.
Dia yang mengaku telah membooking 24 kamar untuk para tamu luar daerah di Hermes Hotel menyatakan telah siap maju untuk menjadi Ketua REI Aceh. “Saya siap maju sebagai Ketua REI Aceh, sekaligus memajukan kembali organisasi ini dalam upaya menyediakan rumah bersubsidi dan terjangkau bagi masyarakat Aceh,” ujarnya.
Pengusaha perumahan satu-satunya di Aceh yang membangun rumah bersubsidi di kawasan Blangbintang dan Jantho, Aceh Besar ini menyatakan akan terus berupaya membangkitkan usaha perumahan, sehingga akan muncul developer muda yang handal dan tahan terhadap berbagai tantangan di lapangan.
Dia mengakui, sejumlah pemain baru sektor perumahan dengan usia muda mulai bangkit, tetapi ironisnya, sejumlah pemain lama mengalami nasib sebaliknya, sebagian sudah bangkrut. “Dukungan dari perbankan yang masih setengah hati menjadi penyebabnya, seperti proses kredit atau KPR berlarut-larut yang membuat developer kelimpungan,” katanya.
Zulfikar mengakui dirinya juga mengalami hal serupa dalam proses mendapatkan dana di perbankan untuk membangun perumahan. “Itulah tantangan terbesar para developer di Aceh, sektor perbankan belum memberi dukungan sepenuhnya,” ungkapnya.
Dia berharap, para bankir di Aceh, termasuk bank sentral, memberi perhatian terhadap pembiayaan pembangunan perumahan, sehingga program pemerintah menyediakan rumah layak huni bagi masyarakat bisa terpenuhi secara bertahap. “Apapun yang kita lakukan dalam dunia usaha, dukungan perbankan sangat penting, selain pemerintah,” tambahnya.
Sedangkan Hanansyah, salah seorang developer Aceh yang berkolaborasi dengan pengusaha Jakarta berharap, para pengurus REI Aceh yang terpilih nantinya harus mampu menjalankan amanah. Dia mengaku tidak memiliki keinginan untuk memegang posisi di kepengurusan REI.
Sementara itu, para undangan yang telah datang dan tiba di Banda Aceh, di antaranya Deputi Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), Jamil Ansari yang merupakan warga Aceh. Kemudian, Ketua Umum DPP REI, Setyo Maharso bersama Sekjen Edy Husy, serta para Ketua DPD dari beberapa provinsi di Indonesia.
Tak ketinggalan, pejabat Bapertarum Edy Pujianto dan para pengurus DPD REI Aceh. Direncanakan, sejumlah pejabat di Aceh turut menghadiri Musda REI Aceh yang diklaim sebagai terbesar selama keberadaan organisasi para developer ini di Aceh.(muh)