Kader PNA Tewas Didor
T Muhammad Zainal Abidin (35) alias Cekgu yang tercatat sebagai salah seorang kader Partai Nasional Aceh (PNA) Pidie tewas ditembak
Cekgu merupakan putra pertama dari tujuh bersaudara, dari pasangan suami istri Zainal Abidin-Siti Hawa. Menurut Siti Hawa, pada Kamis (25/4) malam, sekitar pukul 22.00 WIB, anaknya sempat pulang ke rumah namun tak lama berselang dia pamitan karena harus menemui seseorang yang meneleponnya. “Setelah dia pamitan, saya pun tidur kembali. Dalam tidur itulah saya bermimpi copot gigi dan mencuci pakaian cucu saya. Saya terbangun ketika datang kabar anak saya ditemukan meninggal,” ujar Siti Hawa.
T Muhammad meninggalkan seorang istri bernama Rini, warga Gampong Keumala Dalam, Kecamatan Keumala, Pidie. Pasangan ini dikaruniai dua orang anak, yaitu Salsa Nabila Zahira (2 tahun) dan bayi yang masih berumur delapan hari belum memiliki nama.
Jenazah Almarhum T Muhammad--setelah divisum--sempat disinggahkan ke rumah istrinya di Keumala Dalam dan selanjutnya dibawa pulang ke rumah orangtuanya di Gampong Waido, Kecamatan Peukan Baro dan dikebumikan di desa tersebut selepas Ashar, Jumat 26 April 2013. Doa dan air mata duka mengiringi prosesi pemakaman.(naz/c43)
saa-saat akhir korban
* Kamis, 25 April 2013 sekitar pukul 13.00 WIB, Cekgu bersama dua rekannya bergerak dari Aceh Tamiang kembali ke Sigli, Pidie * Pukul 19.00 WIB hari itu juga Cekgu bersama tiga rekannya tiba di Sigli * Selanjutnya Cekgu mengantar kawannya ke Kembang Tanjong dan Garot, Kecamatan Indrajaya * Setelah mengantar kedua rekannya, Cekgu pulang ke rumah istrinya di Gampong Keumala Dalam, Kecamatan Keumala dan selanjutnya ke rumah orang tuanya di Gampong Waido, Kecamatan Peukan Baro * Sekitar pukul 22.00 WIB, Cekgu menerima telepon dari seseorang dan bergegas keluar dari rumah orang tuanya * Menjelang subuh pihak keluarga dapat kabar kematian Cekgu