Banjir Bandang
Banjir Bandang Terjang Silih Nara
Satu unit rumah warga dan satu bangunan meunasah di Dusun Paya Dedep, Kampung Wih Bersih, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh
TAKENGON - Satu unit rumah warga dan satu bangunan meunasah di Dusun Paya Dedep, Kampung Wih Bersih, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu (18/5) petang sekira pukul 15.30 WIB, hancur disapu banjir bandang. Selain rumah dan meunasah, puluhan hektare kebun kopi serta sawah milik warga juga ikut rusak akibat musibah itu.
Amatan Serambi sehari paskakejadian, Minggu (19/5), kondisi perkebunan kopi milik warga yang berada di sepanjang aliran air di Dusun Paya Dedep, rusak tertimbun material bebatuan dan pasir. Bahkan material bebatuan menutupi kebun kopi milik warga mencapai empat kilometer lebih, mengikuti aliran sungai.
Bukan hanya bongkahan batu berukuran besar yang menimbun areal perkebunan kopi milik warga, tetapi beberapa batang kayu berukuran besar juga ikut dihanyutkan air bah menerjang kawasan Dusun Paya Dedep. Untungnya, air bah yang ‘tumpah’ dari pegunungan di kawasan Dusun Paya Dedep, tidak sempat menerjang pemukiman penduduk tetapi hanya melintas areal perkebunan kopi milik warga sehingga banyak kebun kopi yang tertimbun.
“Memang kemarin di sini hujanya sangat deras. Seperti hujan batu. Tak lama hujan mengguyur tiba-tiba muncul air bah dari kawasan pegunungan itu. Suaranya bergemuruh karena air besar yang turun dari gunung membawa bongkahan batu besar,” kata warga Paya Dedep, Sukardi Aman Basran kepada Serambi Minggu (19/5) di lokasi kejadian.
Menurut Sukardi Aman Basran, air bah yang menerjang kawasan itu, tingginya mencapai enam meter sehingga menyapu apa saja yang berada di kawasan itu. Termasuk ikut menyapu satu bangunan menasah hingga hancur rata dengan tanah. “Selain meunasah, satu rumah warga di sini rusak juga karena tersapu air bah. Tapi alhamdullah, tidak sempat menelan korban jiwa,” sebutnya.
Ia juga mengatakan, banjir bandang sebelumnya juga telah melanda kawasan itu, pada bulan lalu. Namun, banjir bandang yang terjadi Sabtu (18/5), merupakan banjir bandang susulan terbesar sehingga menghancurkan satu meunasah, merusak satu rumah hingga menimbun belasan hektare kebun kopi milik warga. “Meunasah ini sebelumnya juga sudah pernah hampir rusak karena diterjang air besar. Baru kemarin, akhirnya menasah ini, rubuh disapu air besar,” ujar Sukardi.
Musibah banjir bandang dan tanah longsor di kawasan Dusun Paya Dedep, Kecamatan Silih Nara, berjarak sekitar puluhan kilometer dari pusat Kota Takengon. Untuk mencapai lokasi harus mengendarai sepeda motor. Sementara itu, paska banjir bandang yang merusak satu menasah dan satu rumah di Dusun Paya Dedep, warga setempat bergotong royong membersihkan bongkahan batu yang merusak rumah milik salah seorang warga yang menjadi korban dalam, musibah itu.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tengah, musibah banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Silih Nara telah menyebabkan rumah dan meunasah di Dusun Paya Dedep hancur te tersapu banjir bandang, 15 hektar kebun kopi rusak. Selanjutnya, 10 hektare areal persawahan warga rusak terkena imbas dari tanah longsor.
Menurut Kepala BPBD Aceh Tengah, Sahrial Apri, sampai sejauh ini tidak ada warga yang mengungsi akibat musibah itu. Namun demikian, katanya, warga dihimbau untuk tetap siaga mengingat kondisi cuaca yang masih sangat ekstrem. “Kita juga meminta kepada masyarakat yang ingin beraktivitas ke kebun agar berhati-hati jika musim hujan. Apalagi kondisi kebunnya di areal yang berpotensi terjadi longsoran,” kata Sahrial Apri sembari menyebutkan pihaknya telah menyalurkan bantuan. (c35)