Pesawat Dornier 328
Lanud SIM Izinkan Pesawat AS Terbang
Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Sultan Iskandar Muda (SIM), Kolonel Pnb Supri Abu MH mengatakan, pesawat militer
BANDA ACEH - Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Sultan Iskandar Muda (SIM), Kolonel Pnb Supri Abu MH mengatakan, pesawat militer Amerika Serikat (AS) jenis Dornier-328 yang sempat ditahan di Bandara SIM Blangbintang, Aceh Besar, Senin (20/5), telah melanjutkan perjalanan kemarin pagi ke Singapura.
Pesawat yang dipiloti Kapten Tuttle Colton, co-pilot Letnan Satu Faire Loren, mekanik Sersan Priest Cynthia dan dua warga sipil masing-masing Moreno David dan Sanchis Diego itu, diizinkan kembali terbang setelah melengkapi dokumen penerbangan.
“Setelah mereka lengkapi dokumen, kita izinkan kembali terbang sekitar pukul 7.15 pagi,” kata Supri Abu yang dihubung Serambi, Selasa (21/5).
Menurutnya, ada dua izin yang harus dilengkapi awak pesawat, yakni izin diplomatik dari Kementerian Luar Negeri dan izin keamanan yang dikeluarkan Mabes TNI. Setelah awak pesawat melengkapinya dengan berkoordinasi ke Mabes TNI dan Kedubes Amerika di Jakarta, maka pesawat tersebut diperkenankan melanjutkan perjalanan menuju Paya Lebar, Singapura.
Sebelum melanjutkan perjalanan, awak pesawat diinapkan di hotel terdekat di sekitar Bandara SIM Blangbintang dengan pengamanan ketat.
Seperti diberitakan kemarin, pesawat militer AS jenis Dornier-328, Senin (20/5) pukul 14.00 WIB mendarat di Bandara SIM, Blangbintang, Aceh Besar. Berbagai spekulasi berkembang terkait pendaratan pesawat tersebut, di antaranya ada yang menyebut dipaksa mendarat oleh TNI AU karena dugaan pelanggaran lintas batas negara.
Namun, versi lain menyebutkan pesawat itu hendak mengisi avtur di Bandara SIM, namun terkendala faktor admin error, karena izinnya memasuki wilayah penerbangan Indonesia, tidak lengkap. (sar)