Serambi Kuliner
Tentang Ikan Depik
BEBERAPA jenis ikan air tawar itu dapat dijumpai di danau-danau lain di negeri ini. Namun, untuk spesies ikan depik, hanya bisa ditemukan
Keberadaan ikan depik dan ikan air tawar di danau sepanjang 17 kilometer dan lebar maksimal empat kilometer ini, menjadi penopang hidup bagi masyarakat sekitar. Selain bertani dan berkebun kopi, sebagian masyarakat di sana menjadi nelayan di danau itu.
Profesi ini dipilih lantaran keberadaan ikan depik di Danau Lut Tawar menjadi “emas” penduduk sekitar. Karena, harga jualnya sangat tinggi, sehingga ikan berukuran kecil itu paling diburu oleh para nelayan setempat.
Ikan ini, selain menjadi kekhususan hayati di Danau Lut Tawar, juga bernilai ekonomis bagi warga setempat.
Ukuran ikan yang panjang maksimalnya hanya berkisar delapan hingga sembilan sentimeter ini, sebelumnya memiliki musim tersendiri. Dulu, ikan depik ini baru ada saat musim hujan. Sebelum musim hujan tiba, ikan depik bersembunyi di kaki gunung Bur Kelieten. Uniknya, ketika bulan purnama, tidak ada satu pun ikan depik yang muncul.
Seiring bergesernya waktu serta kian kerasnya persaingan hidup, para nelayan di danau itu menggunakan beragam cara untuk menangkap ikan depik walau belum memasuki musim.
Bagi masyarakat sekitar, ikan Depik merupakan anugerah yang dipercaya tidak akan habis sampai kapanpun.(Mahyadi)