Serambi Property

Perumahan Mulai Tumbuh

Pembangunan perumahan di Provinsi Aceh terus tumbuh, seiring makin tingginya pembiayaan dari perbankan, khususnya dari bank

Editor: bakri
* Dari Pesisir Timur Sampai Dataran Tinggi

BANDA ACEH - Pembangunan perumahan di Provinsi Aceh terus tumbuh, seiring makin tingginya pembiayaan dari perbankan, khususnya dari bank spesialis perumahan, PT Bank Tabungan Negara (BTN) Banda Aceh. Pasar perumahan dimulai dari Banda Aceh sampai pesisir Aceh Timur dan juga kawasan dataran tinggi, Aceh Tengah.

Perumahan yang dibangun melalui kredit rekonstruksi dari BTN Banda Aceh dibandrol dari rumah murah bersubsidi pemerintah, Rp 88 juta sampai ratusan juta rupiah per unit. Demikian juga dengan sejumlah perbankan lainnya yang juga membidik kredit perumahan rakyat (KPR) dalam menyalurkan kreditnya, seperti BRI Syariah Cabang Banda Aceh dan bank konvensional.

Ironinya, di tengah-tengah gencarnya pembangunan perumahan saat ini, tiba-tiba pemerintah mengumumkan akan segera menaikkan harga BBM bersubsidi dalam waktu dekat ini. Sehingga, diperkirakan, harga rumah juga akan ikut naik, termasuk rumah murah bersubsidi pemerintah, Rp 88 juta yang kemungkinan bermain di atas Rp 100 juta/unit.

Wakil Ketua REI Aceh, H Hanansyah SE, Sabtu (1/6) menyatakan harga rumah dipastikan akan naik, seiring harga material bangunan juga telah naik terlebih dahulu. Bahkan, sebutnya, akan naik lagi saat pemerintah mengumumkan secara resmi, terutama jasa angkutan dari Medan, Sumatera Utara, termasuk jasa pasokan material galian C di Aceh.

Direktur PT Sultan Jaya Group ini yang sedang membuka lokasi perumahan baru di Keutapang menyatakan dirinya belum bisa menetapkan harga jual rumah yang akan dibangun nantinya. Dia beralasan, menunggu kepastian kenaikan harga BBM.

“Saya belum bisa menetapkan harga jual rumah di lokasi baru, karena harga material bangunan belum stabil,” ujarnya. Pengusaha muda ini yang beraliansi dengan pengusaha property Jakarta ini berharap, kenaikan harga rumah tidak akan tinggi, minimal antara 10 sampai 15 persen dari kisaran harga saat ini.

Sebelumnya, untuk lokasi baru di wilayah Keutapang, Banda Aceh dia menetapkan harga antara Rp 390 juta sampai Rp 490 juta/unit, tergantung type dan luas tanah. “Untuk harga jual rumah di Keutapang Indah bertype 70/250 m berjumlah 7 unit belum dapat ditentukan, begitu juga untuk Villa Keutapang bertype 60/200 mm,” katanya.

Sedangkan Ketua REI Aceh, Zulfikar SE Ak juga mengakui harga rumah juga akan naik. Dia sempat menyatakan untuk harga rumah murah bersubsidi yang awalnya hanya Rp 88 juta, diperkirakan akan naik sampai Rp 125 juta/unit. Saat ini, Direktur PT BS Property Banda Aceh ini sedang membangun rumah murah tiga kawasan, yakni Blangbintang, Jantho dan Tibang, dengan jumlah ratusan unit.

Sementara itu, Rusyidi Aziz, KCP BTN Lhokseumawe menyatakan pembangunan perumahan di kawasan pesisir terus tumbuh. Dia mencontohkan, untuk wilayah kerjanya juga sedang dibangun perumahan di Panggoi Atas, Cunda, Lhokseumawe yang berjumlah sekitar 40 unit dengan harga anara Rp 200 sampai Rp 300 juta/unit.

Demikian juga dengan kawasan Langsa, Aceh Timur, tepatnya di Alur Pinang Sukerejo, tempat pembangunan sekitar 80 unit rumah murah bersubsidi Rp 88 juta dengan type 40/100 m. Saat ini, kondisi pembangunan antara 75 sampai 80 persen. Masih di wilayah yang sama, juga terdapa perumaha di Alur Dua dengan jumlah sekitar 25 unit, 16 unit di antaranya bertype 40 dengan harga jual Rp 125 juta/unit.(muh)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved