Opini

Bidik Misi Wujudkan Mimpi

DIALOG dua siswa SMA dari keluarga miskin di Belitung, dalam film yang diangkat dari Novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata itu

DIALOG dua siswa SMA dari keluarga miskin di Belitung, dalam film yang diangkat dari Novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata itu, begitu menggetarkan bagi kita yang punya mimpi. Impian dan harapan adalah kombinasi utuh yang telah memberikan motivasi luar biasa bagi siapa saja. Baik yang menganggap impian dan harapannya ke arah menyakiti orang lain, atau bahkan bagi mereka yang mempunyai nilai tulus dan ikhlas meraih kebaikan dunia dan akhirat.

Impian dan harapan bukanlah sukses secara seketika. Ada proses yang berdarah-darah sebelumnya. Kerja keras untuk mencapai cita cita dan masa depan. Lihat saja Rasulullah saw yang dari kecilnya sudah yatim piatu dan lahir di tengah peradaban jahiliah, namun berkat ketekunan, kegigihan dan bimbingan Allah tentunya, beliau mampu mengubah dunia. Peradaban jahiliah tergantikan dengan dinul Islam yang beliau tebarkan.

Semangat inilah saya kira yang patut diterapkan oleh para pemimpin dan penyelenggara negara kita. Beragam hal telah dilakukan dalam upaya mencerdaskan anak-anak didik negeri ini. Sebut saja melalui beasiswa pemerintah untuk siswa-siswa miskin berprestasi. Salah satu dari sekian banyak beasiswa baik pemerintah maupun pihak swasta yaitu Beasiswa Pendidikan Mahasiswa Miskin atau lebih dikenal dengan nama Bidikmisi.

Program Beasiswa Bidikmisi dicanangkan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) yaitu pada tahun 2010. Banyak siswa-siswa di Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat yang mempunyai tingkat kecerdasan luar biasa, tapi tak mampu melanjutkan studinya, akan sangat terbantu dengan adanya beasiswa Bidikmisi.

Pemerintah memberikan beasiswa ini kepada mahasiswa-mahasiswa berprestai yang kurang mampu untuk masuk ke jenjang Perguruan Tinggi. Program Beasiswa Bidikmisi ini bertujuan untuk memutus mata rantai kemiskinan di Indonesia, untuk memperolah pendidikan yang layak dan berkeadilan secara merata bagi semua anak bangsa sebagaimana amanat UUD 1945.

Pada saat penerimaan mahasiswa baru tahun 2010, saya ingin berbagi pengalaman saya mendapatkan formulir Beasiswa Bidikmisi ini. Saya pun tidak begitu tahu mengenai beasiswa tersebut awal mulanya. Sebagai calon mahasiswa baru yang jauh-jauh datang dari kampung, di pedalaman Aceh. Saya akhirnya diberi kesempatan mengisi formulir Beasiswa Bidikmisi oleh pihak Rektorat kala itu.

Saya diminta melengkapi semua berkas kelengkapan sebagai syarat memperoleh beasiswa ini. Awalnya saya belum begitu tertarik dengan Beasiswa Bidik Misi. Nama program beasiswa ini juga saya ketahui dikemudian hari. Saya sempat mengabarkan kakak saya bahwa ada formulir beasiswa dari Unsyiah. Lantas kakak saya juga ikut membantu menyiapkan segala kebutuhan administrasi syarat kelengkapan Beasiswa Bidik Misi.

Saya sempat tidak mau mengembalikan berkas administrasi beasiswanya. Tapi berkat dorongan kakak saya, akhirnya saya mengembalikan ke pihak Biro Rektorat Unsyiah. Beberapa bulan selanjutnya saya baru tahu kalau saya termasuk salah satu penerima Beasiswa Bidik Misi ini atas informasi dari teman se-kampus. Alhamdulillah saya senang mendapatkan beasiswa ini. Sungguh saya akan kecewa kalau benar-benar tak mengembalikan berkasnya.

Sejak 2010 awal semester sampai 2012 semester V, saya sudah mendapatkan 5 kali Beasiswa Bidikmisi. Jumlahnya juga sangat berkecukupan bagi penunjang pendidikan S1. Tentunya ketika memperoleh beasiswa ini akan sangat membantu biaya studi selama menjadi mahasiswa. Pada tahap awal semester pihak universitas memprioritaskan mahasiswa penerima Bidikmisi harus mempunyai IPK 2,5 dan pada 2011 pemerintah mengharuskan mahasiswa bersangkutan mempunyai IPK 2,75.  

Ini adalah suatu upaya mendorong mahasiswa penerima Bidikmisi untuk tetap fokus belajar dan memanfaatkan bantuan tersebut untuk menunjang fasilitas pendidikan semacam buku-buku atau kebutuhan ‘rumah tangga’ mahasiswa kosan. Namun kalau ada mahasiswa yang memiliki IPK di bawah standar yang telah ditetapkan, pihak Unsyiah tidak serta merta memutuskan penyetoran beasiswa ini kepada mahasiswa yang memiliki IPK rendah.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved