Opini

Bidik Misi Wujudkan Mimpi

DIALOG dua siswa SMA dari keluarga miskin di Belitung, dalam film yang diangkat dari Novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata itu

Bahkan pihak Unsyiah mengarahkan mereka untuk mendapatkan pelayanan psikologi dan konseling yang diwewenangkan kepada UPT Pelayanan Psikologi dan Konseling Unsyiah. Sadar betul pihak universitas bahwa tentunya mahasiswa yang memiliki IPK rendah membutuhkan pelayanan bimbingan dan konseling terhadap berbagai kendala belajar yang mereka hadapi.

Lebih lanjut selama 5 semester juga, saya mendapat berbagai training motivasi, seminar kewirausahaan, pendidikan karakter, emotional training, termasuk beragam seminar dengan menghadirkan tokoh-tokoh bangsa yang telah sukses dalam bidangnya. Mulai dari mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Pendidikan Muhammad Nuh, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Bapak Ary Ginanjar Agustian dan juga Wakil MPR RI Ahmad Farhan Hamid yang berasal dari Aceh.

 Lebih transparan
Sejak sukses Bidikmisi pada tahap awal, pemerintah menggelontorkan dana lagi untuk tahun berikutnya. Tahun 2011 dan 2012 tahap penyeleksian Bidikmisi dilakukan terlebih dulu oleh pihak sekolah baru kemudian diteruskan oleh pihak univeritas. Ini diharapkan agar admnistrasi lebih tranparan dan terkontrol. Dari berbagai hasil survei membuktikan bahwa mahasiswa Bidikmisi rata-rata memiliki IPK di atas standar yang telah ditetapkan Kemendiknas.

Saya menyadari selama ini pihak Unsyiah telah bekerja dengan baik. Walau kami tidak langsung mendapatkan beasiswa ini di awal-awal semester perkuliahan. Harapan saya dan harapan teman-teman lainnya mahasiswa bidik misi Unsyiah agar mampu menyetor beasiswa pada awal semester, karena kita tahu bagaimana kondisi hidup mahasiswa penerima beasiswa ini dari keluarga kurang mampu (miskin).

Bagi siswa-siswa SMA yang baru saja menyelesaikan Ujian Nasional (UN), tak perlu ragu untuk menjadi bagian dari civitas akademik universitas dimanapun kalian akan menempuh pendidikan. Dengan giat belajar, impian dan harapan untuk mencapai cita-cita, beasiswa Bidikmisi di depan mata. Jika dulu orang miskin tak mampu sekolah, maka sekaranglah saatnya kita ubah kalimat klasik itu: orang miskin wajib sekolah tinggi-tinggi, beasiswa Bidikmisi menanti untuk wujudkan mimpi.

* Muarrief Rahmat, Penerima Bidik Misi Angkatan 2010, Mahasiswa    Bimbingan dan Konseling FKIP Unsyiah, Anggota FLP Aceh. E-mail: muarrief.rahmat@gmail.com

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved