Serambi Kuliner

Penganan Legit Berciri Khas

DAUN pisang berbentuk bungkusan berjejer di atas meja di pertokoan depan terminal Bireuen

Editor: hasyim
Penganan Legit Berciri Khas - 080613_7.jpg
Penganan Legit Berciri Khas - 080613_8.jpg
Penganan Legit Berciri Khas - 080613_9.jpg
NAGASARI. Penganan ini begitu tenar di Bireuen. Sejak puluhan tahun lalu, di kabupaten yang terdiri dari 609 desa dan tersebar di 17 kecamatan itu dikenal dengan kekhasan kuliner nagasari dan bolu gulung. Hingga saat ini, nagasari asal Bireuen kian dikenal di seantero Tanah Rencong. Para pelintas Bireuen sering singgah di kota itu, sekadar membeli oleh-oleh nagasari. Kenyal dan legitnya nagasari asal Bireuen begitu kentara bagi siapa saja yang pernah mencicipinya. Makanan khas tersebut akan dituangkan Ferizal Hasan pada edisi Serambi Kuliner Minggu ini.

DAUN pisang berbentuk bungkusan berjejer di atas meja di pertokoan depan terminal Bireuen. Di balik daun itu, kukusan tepung beras diaduk santan kelapa dan campuran sari pandan asli, menyatu membentuk dinding piramida, yang mengatup potongan pisang raja di dalamnya. Penganan ini lebih dikenal nagasari.

Di sampingnya, bersusun kotak karton yang menjulang. Tingginya hampir mencapai langit-langit toko. Letaknya pun tak beraturan. Sekilas, tampak seperti gudang. Tapi, ini bukan gudang. Inilah salah satu toko yang khusus menjual nagasari. Tak ada penganan lain di sana, kecuali makanan berbungkus daun itu.

Susunan kotak menjulang itu mencirikan, nagasari laris manis di sana. Karena banyaknya pembeli, si pemilik toko menyetok banyak kotak. Bila ada yang hendak membeli nagasari untuk oleh-oleh, penganan itu dimasukkan ke kotak dan siap dijadikan bingkisan.

Peminat nagasari memang banyak. Saban hari, penganan ini menjadi lirikan para pelintas. Tak ayal bila ada yang mengatakan, “Melintas di Kota Bireuen belum lengkap rasanya bila belum membeli nagasari.”

Di Bireuen, nagasari dijual di sejumlah kedai atau toko kue. Hampir setiap hari, sejumlah toko kue di Bireuen tidak pernah sepi pembeli. Mayoritas para pelintas singgah sesaat untuk membeli nagasari.

Tentunya, tak sulit untuk menawarkan produk ini. Karena laris, toko kue yang menjual nagasari pun membuka toko sejak pagi. Mulai pukul 08.00 WIB, para pelintas sudah bisa mendapatkan nagasari Bireuen. Tutupnya pun larut malam: pukul 24.00 WIB.

Kini, nagasari buatan Bireuen sudah terkenal seantero Aceh. Penganan inimemiliki cita rasa khas. Banyak pelanggan atau masyarakat membelinya untuk oleh-oleh bagi keluarga atau kerabat.

“Nagasari sekarang ini sangat diminati masyarakat. Buktinya, sehari bisa laku sampai 3.000 bungkus,” ujar Ramlah, pedagang nagasari di gerai `Cipuga Baru’ di Jalan Pasar Ikan Lama, Bireuen.

Tak hanya di gerai atau toko. Nagasari juga dapat ditemukan saat mengikuti berbagai acara tertentu di Bireuen. Di antaranya seminar, pelantikan, dan beragam event lainnya. Dari hidangan yang tertata di meja tamu, nagasari mewarnai beberapa jenis penganan yang berjejer rapi.

Karena kian seringnya penganan tersebut dijumpai, makanan legit ini bisa ditabal sebagai penganan berciri khas Bireuen. Tatanan daun pisang yang kian dikenal sebagai bentuk nagasari, menjadi karateristik tersendiri dari kekhasan itu. Ingin coba legitnya kukusan tepung beras diaduk santan kelapa dan campuran sari pandan asli, serta potongan pisang raja? Mari rasa nagasari dari Bireuen.Ferizal Hasan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved