Serambi Kuliner

Tak Tergeser oleh Makanan Modern

NAGASARI berupa kue dari tepung beras, berisi pisang, dan dibungkus daun pisang.

Editor: hasyim
NAGASARI berupa kue dari tepung beras, berisi pisang, dan dibungkus daun pisang. Makanan ini merupakan salah satu kuliner yang sangat diminati masyarakat di Aceh maupun luar Aceh. Rasanya yang enak dan kenyal, sangat cocok dinikmati dengan secangkir kopi atau teh.

Umumnya, nagasari berisi pisang di dalam adonan tepung beras dan santan. Rasanya agak manis dan sangat lembut ketika digigit. Sampai sekarang, penganan ini masih populer dan digemari karena rasanya yang enak. Harganya pun terbilang murah.

Sejak zaman dulu, nagasari menjadi makanan tradisional di Indonesia. Bahkan, ada beberapa orang mengatakan, nama naga dan sari berasal dari kata Jepang. Tapi, hingga kemarin, belum ada data yang bisa memastikan asal-usul makanan tradisional tersebut.

Di Bireuen, nagasari tidak asing lagi di telinga masyarakat. Karena penganan hijau berisikan pisang raja yang dibungkus daun pisang, sudah menjadi makanan khas. Bahkan, kini nagasari sudah menjadi menu atau oleh-oleh utama bagi masyarakat di Tanah Rencong. Terbukti, setiap tamu datang atau pelintas Bireuen, menyempatkan diri untuk singgah, sekadar membeli nagasari.

Meski sampai sekarang kuliner modern membanjiri di pusat kota, nagasarimasih belum tergeser. Kekenyalan dipadu rasa manisnya, kena di lidah setiap penikmat penganan. Dari yang kecil hingga dewasa, kini kenal nagasari. Inilah penganan yang tak tergeser oleh makanan modern, yang setia menemani secangkir kopi atau teh.Ferizal Hasan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved