Gelombang Capai Tiga Meter, 8 Penumpang Kapal BRR Pingsan
Sementara Kepala UPTD Pelabuhan Ulee Lheu, T Naziruddin mengatakan guncangan kuat karena ombak mencapai tiga meter.
Editor:
RezaMunawir
Laporan Mursal Ismail I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Delapan santri Pesantren moderen Al-Tiyah, Saree, Aceh Besar yang pulang dari Pelabuhan Balohan Sabang pingsan di dalam KMP BRR jelang tiba di Pelabuhan Ulee Lheu Banda Aceh.
Penyebabnya karena mereka ketakutan lantaran kapal mengalami guncangan kuat karena ombak laut mencapai tiga meter. Saat tiba di Pelabuha Ulee Lheu, Senin (10/6/2013) sekitar pukul 10.00 WIB, mereka langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Permata Hati sekitar 3,5 kilometer dari Pelabuhan Ulee Lheu.
Informasi dihimpun serambinews.com di RS Permata Hati, ke-8 santri yang sedang dirawat hanya satu lelaki, yaitu Shakir (14). Tujuh lagi perempuan, yaitu Putri (15), Anis (14), Nurul Khailah (14), Tasya (14), Akroma (14), Riska (14) dan Fathia (14)."Mereka ketakutan karena guncangan kuat sekali, apalagi ini baru pengalaman pertama naik kapal," kata seorang sumber di RS Permata Hati.Sementara Kepala UPTD Pelabuhan Ulee Lheu, T Naziruddin mengatakan guncangan kuat karena ombak mencapai tiga meter.
Hal ini sesuai pengakuan kapten kapal. "Karena itu ketibaan di Pelabuhan Ulee Lheu juga terlambat setengah jam, semestinya pukul 09.30 tiba di Ulee Lheu. Tadi kapal cepat MV Citra Jet-03 yang berangkat pagi dari Pelabuhan Ulee Lheu ke Pelabuhan Balohan juga terlambat tiba di Sabang karena mereka harus mutar untuk mencari jalur paling tenang," kata Naziruddin.
Amatan serambinews.com saat ini kapal lambat KMP BRR baru saja berangkat dengan penumpang penuh dan kendaraan dari Pelabuhan Ulee Lheu menuju Pelabuhan Balohan, Sabang.