Breaking News:

Risman: KWPSI Perlu Pertajam Jurnalisme Dakwah

Ada lima peran utama yang bisa dimainkan oleh KWPSI, yaitu: sebagai muaddib, musaddid, mujaddid, muwahid, dan mujahid

Editor: RA Karamullah
Laporan Zainal Arifin M Nur | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Penulis dan aktivis lingkungan, Risman A Rachman memberikan apresiasi terhadap kiprah Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) dalam mengawal pelaksanaan Syariat Islam di Aceh. Ia berharap, wartawan yang bergabung dalam KWPSI terus memperjam kemampuan jurnalisme dakwahnya.

"Kunci di dalam usaha dan kerja penegakan syariat Islam adalah dakwah. Jurnalisme atau jurnalistik itu sendiri adalah salah satu bentuk dari kegiatan atau metode dakwah yang populer disebut dakwah bil qalam atau dakwah bittadwin," kata Risman kepada Serambinews.com, Rabu (12/06/2013). 

Komentar itu diberikan Risman mengomentari pertemuan dan diskusi seputar penerapan syariat Islam, antara KWPSI dengan Kepala Dinas dan Jajaran Dinas Syariat Islam Aceh, di Kantor Dinas Syariat Islam Aceh, pagi tadi. "Keberadaan KWPSI sangat penting bagi Aceh yang sedang membangun jalan penegakan Syariat Islam secara kaffah di Aceh," kata alumnus Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry ini. 

Dalam pernyataan tertulis itu, Risman juga mengutip ayat Alquran dalam Surat Ali Imran ayat 104 yang berbunyi: "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung." 

Risman A Rachman yang pernah menjadi wartawan lepas untuk Majalah D&R (Penganti Tempo), mantan Redaktur Pelaksana Warta Unsyiah, mantan Pengelola Majalah Acehkita, dan penulis di berbagai media serta blogger, menambahkan, jurnalis yang berada di berbagai media atau media khusus dakwah bisa memainkan peran-peran strategis dalam membantu Pemerintah Daerah dan semua pihak untuk mensukseskan usaha pelaksanaan syariat Islam di Aceh. 

"Ada lima peran utama yang bisa dimainkan oleh KWPSI, yaitu: sebagai pendidik (muaddib), sebagai pelurus informasi (musaddid), sebagai pembaharu (mujaddid), sebagai pemersatu (muwahid), dan sebagai pejuang (mujahid)," tutur Risman.(*) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved