Penembakan di Aceh

Penembak Truk Minta 200 Juta

Teka-teki tentang apa sebab Khailullah (19), sopir truk interkuler BL 9033 PB, ditembak saat melintas bersama abangnya di Desa Geulumpang

Editor: bakri
zoom-inlihat foto Penembak Truk Minta 200 Juta
SERAMBI/NASRUDDIN NASUTION
Polisi memperlihatkan truk interkuler yang ditembak di kawasan Geulumpang Payong, Kecamatan Sungai Raya, Aceh Timur pada Jumat (14/6) sekitar pukul 02.50 WIB.
* Tembakan untuk Menakuti Pemilik Truk

LANGSA – Teka-teki tentang apa sebab Khailullah (19), sopir truk interkuler BL 9033 PB, ditembak saat melintas bersama abangnya di Desa Geulumpang Payong, Kecamatan Sungai Raya, Aceh Timur, Jumat (14/6) dini hari, terjawab sudah. Pelaku ternyata sengaja menembak truk pengangkut barang kelontong itu sehingga mengenai sopirnya, untuk menakut-bakuti sang pemilik truk.

Pemerasan diyakini polisi sebagai motif utama peristiwa tersebut. Soalnya, segera setelah menembak truk yang melintas pukul 02.50 WIB di Kecamatan Sungai Raya itu, pelaku menelepon tauke atau sang pemilik truk interkuler dimaksud. Ia meminta segera disediakan uang Rp 200 juta.

“Itulah motifnya, truk ditembak untuk mem-pressure pemiliknya agar menyerahkan uang yang diminta pelaku,” ungkap Kapolres Langsa, AKBP Hariadi SH SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Muhammad Firdaus, kepada Serambi, Sabtu (15/6).

Meski diintimidasi, pemilik truk itu menolak untuk memenuhi permintaan pelaku. Sepeser uang pun, dari Rp 200 juta yang diminta pelaku, tidak ia serahkan. Ia malah melaporkan kasus pemerasan itu kepada polisi.

Karena dianggap penting untuk pengusutan, polisi kemudian meminta nomor handpone (hp) pria yang mengancam pemilik truk itu. Setelah nomor tersebut dicek dan dicocokkan, ternyata sama persis dengan nomor hp pria yang terlibat menculik Malcom Campbel Primrose (62), warga Inggris yang berkerja untuk PT Medco E&P Malaka, Selasa (11/6) siang

Atas dasar temuan itu, polisi kemudian makin mengintensifkan pengejaran terhadap kelompok pelaku. Tergabung dalam tim penguber pelaku hingga tadi malam adalah tim Mabes Polri, Polda Aceh, Polres Langsa, dan Aceh Timur.

Kasat Reksrim Polres Langsa mempertegas, motif penembakan sopir truk bukan perampokan, melainkan pemerasan yang ditujukan kepada pemilik truk interkuler tersebut. Hal itu terungkap berdasarkan pengaduan pemilik truk yang namanya dirahasiakan, kepada polisi.

Menurut Kasat Reskrim AKP Muhammad Firdaus, jika target pelaku malam itu menjarah barang kelontong yang sedang diangkut truk interkuler yang disopiri Khalilullah, pastilah bisa mereka lakukan. Apalagi mereka bersenjata dan Khalilullah bersama abangnya, Nasrullah (25), mendadak turun dari truk untuk memeriksa seluruh ban truk. Itu mereka lakukan karena mengira suara ledakan yang terdengar berasal dari ban yang pecah.

“Meski Khalilullah dan abangnya turun beberapa menit dari truk untuk memeriksa ban, tapi kesempatan itu tidak digunakan pelaku untuk menjarah muatan truk,” kata AKP Muhammad Firdaus.

Ilustrasi yang diungkapkan Firdaus itu lebih kepada upaya pemastian bahwa pelaku sebetulnya tidak berniat menjarah barang-barang kelontong di dalam truk, melainkan untuk memeras pemiliknya.

“Sesuai keterangan pemilik truk, pada hari itu setelah terjadi penembakan Khailullah selaku sopir, pemilik truk itu sempat ditelepon berkali-kali oleh orang tak dikenal (OTK). Dalam pembicaraan singkat tersebut, pelaku yang tak mau menyebutkan namanya, meminta pemilik truk segera megirimkan uang Rp 200 juta kepada mereka,” ucap Kasat Reskrim.

Sebelumnya diberitakan, truk interkuler BL 9033 PB yang sedang mengangkut barang kelontong di jalan Banda Aceh–Medan, tepatnya di kawasan Desa Geulumpang Payong, Kecamatan Sungai Raya, Aceh Timur, ditembak OTK, Jumat (15/6) sekitar pukul 02.50 WIB.

Sopir truk itu, Khailullah (19), warga Geulumpang Pidie, terkena tembakan sehingga bokong kanannya terluka dan harus dilarikan ke RSUD Idi, Aceh Timur. Peristiwa itu memicu dugaan bahwa pelaku ingin menjarah barang kelontong di dalam truk. Tapi ternyata dengan menembkan truk (dan mengenai sopirnya) pelaku ingin menekan si pemilik truk untuk menyediakan Rp 200 juta uang yang dia minta. (c42) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved