Serambi Property

Harga Rumah Murah Segera Naik

Harga rumah di Provinsi Aceh yang ditetapkan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) sebesar Rp 88 juta/unit, akan segera dinaikkan menjadi

Editor: bakri

* Dari Rp 88 Juta Jadi Rp 125 Juta/Unit

BANDA ACEH - Harga rumah di Provinsi Aceh yang ditetapkan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) sebesar Rp 88 juta/unit, akan segera dinaikkan menjadi Rp 125 juta/unit. Kenaikan tersebut tidak terlepas dari naiknya harga BBM bersubsidi, sehingga berimbas pada kenaikan harga rumah.

“Deputi Kemenpera telah meminta REI Aceh untuk segera menghitung kembali harga rumah murah, seiring harga BBM berubsidi telah naik,” jelas Zulfikar, Ketua REI Aceh, Sabtu (22/6). Dia mengaku telah dihubungi pihak Kemenpera agar segera menyesuaikan harga rumah murah, sehingga antara developer dan calon pembeli tidak ada yang dirugikan.

Dia mengakui, dengan harga saat ini sebesar Rp 88 juta/unit untuk rumah murah type 36, tidak memungkinkan lagi, karena harga bahan bangunan telah ikut-ikutan naik, bahkan sebelum harga BBM naik, pada Sabtu (22/6/2013) pukul 00.00 WIB. “Untuk daerah Aceh, sebagai kawasan yang bergantung dari Medan, harga bahan bangunan tidak stabil, sehingga para developer kerap merasa dirugikan,” ujarnya.

Pria berperawakan atletis satu ini yang terus mengembangkan kawasan perumahan murah di Blangbintang dan Jantho, Aceh Besar dengan jumlah ratusan unit menegaskan kenaikan harga rumah murah tidak bisa dielakkan lagi. “Saya pernah mengusulkan agar rumah murah di Aceh menjadi Rp 125 juta/unit dalam berbagai pertemuan dengan Menpera di Jakarta,” akunya.

Kemarin, sebutnya, pihak Kemenpera langsung menghubungi dirinya, agar harga rumah murah disesuaikan kembali. Zulfikar mengakui, pembangunan perumahan murah masih sebatas di kawasan Aceh Besar, atau juga di kabupaten/kota dalam provinsi Aceh. “Bagi para peminat rumah murah, inilah saatnya memesan, sebelum Kemenpera memberi izin untuk dinaikkan,” ujarnya.

Sedangkan untuk kawasan Banda Aceh, sebutnya, hanya terdapat di kawasan tsunami, seperti di Tibang, Kecamatan Syiah Kuala. “Tibang masih masuk dalam kawasan Kota Banda Aceh, sehingga layak untuk dibangun rumah murah, karena harga tanah masih terjangkau,” ujarnya, seraya menambahkan dirinya juga sedang membangun perumahan murah di kawasan tersebut.

Dia kembali menegaskan seluruh anggota REI Aceh juga siap membangun perumahan murah di 23 kabupaten/kota di Aceh. Tetapi, dia memberi syarat, pemerintah kabupaten/kota memberi kemudahan dalam proses perizinan yakni digratiskan, termasuk pemecahan SHM di Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat, listrik, air bersih dan lainnya.

Sedangkan bagi bank nasional yang telah melakukan MoU (Nota Kesepakatan) dengan Kemenpera, harus memberi dukungan penuh terhadap pembangunan rumah murah di Aceh. Disebutkan, bank tersebut yakni spesialis perumahan BTN, BRI, BRI Syariah, BNI dan Mandiri. Untuk Bank Aceh, dia berharap dapat mengambil peran dengan membantu penyediaan rumah murah bagi rakyat Aceh berpenghasilan tetap.

Zulfikar juga berharap, Pemerintah Provinsi Aceh dapat memplotkan anggaran perumahan murah, sehingga seluruh kalangan berpenghasilan tetap, baik PNS, swasta BUMN maupun pedagang dan lainnya dapat memiliki rumah. “Sudah saatnya Pemerintah Aceh memfokuskan pada pembangunan rumah murah, bukan hanya rumah dhuafa,” tandasnya.(muh)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved