Opini

Hidup Sehat dengan Berpuasa

RAMADHAN adalah saatnya seluruh umat muslim di seluruh dunia melaksanakan Rukun Islam ketiga, yaitu puasa

Oleh Yelli Sustarina

RAMADHAN adalah saatnya seluruh umat muslim di seluruh dunia melaksanakan Rukun Islam ketiga, yaitu puasa. Saat berpuasa tubuh tidak mendapatkan asupan cairan dan makanan selama lebih dari 12 jam. Bedahalnya saat tidak berpuasa, lambung di isi dengan makanan dan cairan sehingga tubuh mempunyai tenaga yang cukup untuk melakukan aktivitas. Namun ketika berpuasa asupan tersebut hanya di dapat pada saat sahur dan berbuka puasa, sehingga banyak yang mengalami dehidrasi dan lemas di siang hari.

Perubahan pola makan dan aktivitas selama bulan puasa ini dapat mempengaruhi fungsi tubuh. Beberapa masalah kesehatan yang sering timbul karena proses penyesuaian tubuh ialah mulas, sakit kepala, dehidrasi, sembelit dan sebagainya. Keadaan ini perlu diakali dengan menentukan gaya hidup sehat saat berpuasa. Jangan sampai ibadah puasa terganggu lantaran kondisi tubuh yang tidak sehat. Untuk itu diperlukan prilaku sehat agar tubuh tetap sehat meskipun dalam keadaan berpuasa.

Gaya hidup sehat tidak terlepas dari makanan dan aktivitas yang dilakukan selama bulan puasa. Makanan sangat mempengaruhi tingkat kebugaran  dan kesehatan seseorang, karena jika salah memilih makanan akan berakibat fatal bagi kesehatan. Begitu juga halnya dengan aktivitas, jangan sampai karena berpuasa aktivitas kita terganggu akibat dari dehidrasi yang kita alami.

 Makanan yang tepat
Tidak dapat dipungkiri bahwa makanan sangat berpengaruh terhadap kondisi tubuh. Karena makanan yang baik akan membentuk tubuh yang baik dan begitu pula sebaliknya. Pada bulan puasa ini, kita harus pandai dalam memilih makanan yang dapat menghasilkan energi yang tahan lama bagi tubuh. Setiap makanan menghasilkan tingkat energi yang berbeda, tergantung kita bagaimana memilih makanan yang tepat untuk dikonsumsi selama puasa.

Fenomena orang Indonesia, sangat sering makan makanan yang mengandung banyak pemanis, berminyak dan juga mengandung bumbu yang pedas. Semua jenis makanan tersebut sangat sering dihidangkan dalam satu meja. Apalagi pada bulan Ramadhan, saat berbuka puasa berbagai makanan tersebut terhidang yang membuat selera makan kita menjadi meningkat.

Ketika seseorang lebih memilih makanan yang banyak mengandung gula saat berbuka puasa, maka kadar gula di dalam darahnya akan cepat naik namun juga cepat menurun. Akibatnya, energi lekas menghilang dan rasa lemas pun datang. Pada saat siang hari di bulan puasa sangat terasa kehilangan energi dan rasa lapar pun terkadang tidak dapat tertahankan.

Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan pemilihan makanan yang tepat selama bulan Ramadhan. Makanan yang dianjurkan ialah makanan yang lambat dicerna dan memiliki serat tinggi. Contohnya gandum, padi-padian, kacang-kacangan, biji-bijian, nasi merah. Makanan seperti ini dapat mengahsilkan energi yang tinggi dan tahan lama, sehingga tidak akan terasa cepat lapar. Makanan yang mempunyai serat tinggi seperti sayur-sayuran dan buah-buahan perlu dikonsumsi untuk memeperlancar sistem pencernaan

Selain itu juga dianjurkan untuk memakan makanan berprotein tinggi. Makanan tersebut terdapat pada telur, tempe, tahu dan kacang kedelai. Fungsinya untuk mengganti dan mencadangkan energi baru. Protein yang terdapat pada tahu, tempe dan kacang kedelai memiliki kadar kolestrol lebih rendah, sehingga dapat dikonsumsi oleh mereka yang yang mempunyai kadar kolestrol tinggi.

Asupan yang paling terpenting dari asupan lainnya ialah air putih. Tanpa asupan air putih, kerja sistim pencernaan akan terasa berat terutama pada ginjal. Dan saat kekurangan air, tubuh akan mengalami dehidrasi yang berakibat pada timbulnya rasa lemas dan tidak bertenaga. Maka dari itu sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi air putih saat berbuka dan sahur, minimal 5 gelas untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh selama berpuasa.

 Aktivitas yang sesuai
Bulan ramadhan bukanlah bulan yang dihabiskan untuk waktu bermalas-malasan karena lantaran puasa yang kita jalani. Puasa tidak berati kita tidak melakukan aktifitas dan hanya tidur-tiduran di rumah. Meskipun berpuasa, aktivitas harus tetap berjalan seperti biasanya supaya tubuh tidak kaku dan terasa lemas.

Paradigma masyarakat tentang tidur pada saat bulan puasa banyak disalahartikan dalam pengaplikasiannya. Sehingga lebih banyak tidur dibandingkan melakukan aktivitas lain seperti ibadah dan sosialisasi. Tanpa disadari hal ini justru dapat menyebabkan berat badan yang terus meningkat dan kondisi tubuh menjadi kurang fit, sehingga mengurangi manfaat puasa untuk kesehatan.

Agar puasa dapat menyehatkan diperlukan aktivitas yang sesuai. Aktivitas selama bulan puasa harus tetap berjalan, namun harus di kurangi dalam melakukan aktivitas berat yang dapat menguras banyak tenaga. Olahraga yang baik dilakukan selama bulan puasa seperti jalan kaki, senam, dan lari kecil. Shalat Tarawih pun juga dapat dijadikan aktivitas untuk menjaga kubugaran tubuh. Dengan melakukan aktivitas dan olahraga kecil saat berpuasa, tubuh tidak akan terasa lemas dan puasa pun dapat dilakukan dengan bergairah.

Hidup sehat saat bulan puasa sangat diperlukan, karena dengan kita sehatlah dapat melakukan ibadah puasa dengan baik. Penjelasan di atas tentang bagaimana cara mempertahankan kesehatan pada saat bulan puasa, diharapkan dapat menjadi tambahan informasi bagi semua pembaca untuk selalu tetap sehat di bulan puasa. Karena tidak ada hal yang labih berharga dibandingkan dengan kesehatan. Selama kesehatan itu masih ada pada kita, maka jagalah ia sebaik-baiknya.

Yelli Sustarina, Mahasiswi Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK), Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Banda Aceh. Email: yellsaints.paris@gmail.com

Tags
Ramadhan
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved