Breaking News:

Bilal Usir Paksa Warga Penerima Bantuan di Masjid

Bilal Masjid Baitul Qudus, Keudee Seumot, Kecamatan Beutong dilaporkan mengamuk dan membubarkan proses

Editor: bakri

SUKA MAKMUE - Bilal Masjid Baitul Qudus, Keudee Seumot, Kecamatan Beutong dilaporkan mengamuk dan membubarkan proses penyaluran bantuan untuk 600 fakir, miskin, anak yatim, dan penyandang cacat di kompleks masjid tersebut, Sabtu kemarin. Atas aksinya itu, bilal yang bernama Tgk Amren dipanggil Muspika Beutong dan akhirnya minta maaf karena mengaku khilaf.

Menurut informasi yang dihimpun Serambi, Tgk Amren, warga Desa Lhok Seumot, Kecamatan Beutong, Sabtu (27/7) siang sekitar pukul 10.30 WIB menghentikan secara paksa proses penyaluran bantuan uang untuk 600 fakir, miskin, anak yatim, dan penyandang cacat yang berlangsung di Masjid Baitul Qudus, Keudee Seumot.

Ratusan warga termasuk anak yatim yang sudah lama mengantre di dalam masjid berhamburan keluar, setelah Tgk Amren mengusir paksa aparat Pemkab Nagan Raya dengan dalih pembagian uang bantuan di dalam rumah ibadah haram hukumnya.

“Penyaluran uang bantuan sempat terhenti karena petugas diusir oleh Tgk Amren,” kata Kabag Kesejahteraan Sosial Setdakab Nagan Raya, Bahtiar menjawab Serambi, kemarin siang.

Menurut Bahtiar, kegiatan itu sengaja dilaksanakan di masjid ibu kota kecamatan dengan harapan seluruh masyarakat bisa dengan muda mengakses lokasi penyaluran bantuan. “Nyatanya tim kita diusir yang sekaligus membuat masyarakat kucar-kacir,” kata Bahtiar.

Agar proses penyaluran tetap berjalan, pihaknya memindahkan lokasi penyaluran uang bantuan ke Kompleks Kantor Camat Beutong di Ulee Jalan yang tak jauh dari lokasi masjid. Walau demikian, kejadian di Masjid Baitul Qudus, kata Bahtiar telah menyisakan trauma di kalangan masyarakat.

Kapolres Nagan Raya, AKBP Gunawan Eko Susilo SIK melalui Kapolsek Beutong Ipda Banta Amat membenarkan adanya insiden ini. “Semua pihak sudah kami panggil dan dilakukan musyawarah di Mapolsek Beutong guna mencari titik terang terhadap masalah ini,” katanya.

Tgk Amren yang menghubungi Serambi sekitar pukul 13.00 WIB melalui saluran telepon mengaku khilaf sehingga terjadilah aksi pengusiran petugas pembagian uang anak yatim dan fakir miskin di Kompleks Masjid Baitul Qudus. “Saya khilaf, saya menyesal. Saya minta maaf kepada masyarakat,” katanya dengan nada terbata-bata.

Menurutnya, tindakan pengusiran dan pelarangan pembagian uang bantuan di dalam masjid ia lakukan karena ketidaktahuan dirinya sehingga ia melakukan tindakan seperti itu. Sebelum akhirnya meminta maaf, terlebih dahulu Tgk Amren dipanggil Muspika Beutong untuk dimintai keterangan.

Camat Beutong, Samsuar mengatakan pihaknya sudah menyelesaikan perkara ini dengan semua pihak termasuk dengan Tgk Amren. “Semuanya sudah selesai,” kata Samsuar.(edi)

Tags
bantuan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved