Serambi Property
Rumah Murah Makin Diminati
Pasar perumahan murah bersubsidi pemerintah terus diminati masyarakat berpenghasilan rendah (MRB)
* Harga Hanya Rp 88 Juta/Unit
BANDA ACEH - Pasar perumahan murah bersubsidi pemerintah terus diminati masyarakat berpenghasilan rendah (MRB). Bukan hanya di Banda Aceh atau Aceh Besar, tetapi juga merambah kawasan Nagan Raya, Aceh Timur, termasuk Aceh Tamiang dalam beberapa bulan terakhir ini.
“Kepedulian Kementerian Perumahan Rakyat untuk mengadakan rumah layak huni bagi masyarakat Aceh tetap tinggi,” ujar Ketua Asosiasi Pengembangan Perumahan dan Seluruh Permukiman Indonesia (Apersi) Aceh, Afwal Winardi ST MT, Sabtu (27/7).
Dia menyatakan para pengembang di Aceh yang bernaung di bawah Apersi terus membidik pembangunan perumahan murah berharga Rp 88 juta/unit di seluruh Aceh, asal dapat dukungan dari pemkab/pemko setempat. Sebelumnya, Ketua REI Aceh, Zulfikar SE Ak juga menyatakan hal yang sama, bahwa seluruh anggota di bawah REI juga siap membangun rumah murah di seluruh Aceh.
Afwal menyatakan pembangunan rumah murah yang didukung Kemenpera dan suku bunga juga bersubsidi sebenarnya mampu dijangkau masyarakat berpenghasilan rendah, tanpa kecuali. Namun, sebutnya, birokrasi di perbankan harus diperbaiki, sehingga bukan hanya PNS, pegawai swasta bonafid, tetapi juga masyarakat berpenghasilan tetap dari berbagai sektor usaha.
Pria enerjik satu ini yang sedang membangun perumahan murah Alam Permai di kawasan Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya dengan jumlah total 197 unit menggandeng pemkab setempat sebagai mitra. Disebutkan, pesanan rumah terus berdatangan, dari 20 unit pada pekan lalu, kini bertambah 20 unit lagi.
Dia mengungkapkan keinginan warga memiliki rumah yang sedang dibangunnya cukup tinggi. Apalagi, sebutnya, dalam waktu dekat ini pemerintah akan menaikkan harga rumah murah, seiring harga BBM bersubsidi telah naik.
“Kini saatnya membeli rumah murah di Aceh, sebelum harga dinaikkan pemerintah dalam waktu dekat ini,” ujarnya berpromosi. Dikatakan, Pemkab Nagan juga membantu penyelesain mengenai pembiayaan perumahan bagi para pegawai negeri sipil (PNS), termasuk booking kavling rumah bagi PNS lainnya.
Dia menyebutkan, tahap pertama ini dibangun 50 unit dan sisanya, 147 unit lagi dimulai tahun depan, karena biaya pembangunan prasarana umum dari Kemenpera telah cair pada tahun ini. Afwal juga menyinggung tentang pembukaan BRI Syariah Cabang Meulaboh pada Rabu (24/7/2013).
Dia berharap, proses pencairan KPR akan lebih mudah dan cepat, karena pembiayaan juga berasal adri BRI Syariah Banda Aceh, salah satu dari lima bank pemberi KPR rumah murah bersubsidi. Sehingga, katanya, para calon pembeli rumah di Nagan Raya tidak harus ke BRI Syariah Cabang Banda Aceh, tetapi cukup ke Meulaboh.
Afwal menjelaskan pembangunan rumah yang sudah dimulai, khususnya yang telah dipesan sudah mencapai sekitar 60 persen lebih. Direncanakan, rumah tersebut akan rampung dua atau tiga bulan mendatang dan sudah siap ditempati para pemesan.
Sedangkan untuk kawasan Kejuruan Muda, Kuala Simpang, Aceh Tamiang, dia menyatakan sedang menunggu keputusan akhir Pemkab Aceh Tamiang, walau sebelumnya telah ada sebuah kesepakatan bersama. Dia berharap, pembangunan sebanyak 180 unit rumah akan segera dilaksanakan oleh CV Triana di Kuala Simpang.(muh)