Balai Bahasa
Lengkap, Gradasi Makna
BEBERAPA waktu lalu saya diminta menjadi saksi ahli bahasa untuk sebuah kasus hukum. Pernyataan hukum yang harus
Oleh Dadang S. Anshori, Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung
BEBERAPA waktu lalu saya diminta menjadi saksi ahli bahasa untuk sebuah kasus hukum. Pernyataan hukum yang harus dijelaskan berbunyi: menyerahkan daftar riwayat hidup lengkap yang memuat antara lain riwayat pendidikan dan pekerjaan serta keluarga kandung, suami atau istri.
Masalah hukumnya adalah apabila seseorang memiliki istri lebih dari satu, sementara hanya satu yang dicantumkan dalam formulir riwayat hidup, apakah dikategorikan lengkap? Hal ini terjadi pada salah seorang bakal calon walikota/wakil walikota di sebuah kota di Jawa Barat. Pernyataan hukum tersebut sesungguhnya secara semantik agak aneh, karena kata lengkap dijelaskan dengan antara lain.
Secara semantis, kalimat tersebut sama dengan pernyataan: Menu makanan hari ini lengkap antara lain.... Kata lengkap seharusnya tidak mendapatkan penjelasan antara lain. Sejatinya, lengkap sudah tidak memerlukan perincian. Kalimat di atas sedikit berbeda makna dibandingkan dengan kalimat: menyerahkan daftar riwayat hidup lengkap sesuai formulir yang disediakan.
Dalam kalimat ini lengkap disandarkan pada ruang yang harus diisi pada formulir. Pertanyaan utama bergeser pada apakah makna lengkap dalam konteks riwayat hidup dan bagaimana batasannya. Kata “riwayat hidup” diartikan (KBBI, 2011:- 1178) sebagai uraian tentang segala sesuatu yang telah dialami seseorang. Daftar riwayat hidup berarti daftar uraian tentang segala sesuatu yang telah dialami seseorang. Dalam konteks ketentuan hukum di atas dapat diartikan daftar riwayat hidup merupakan daftar uraian segala hal yang telah dialami seseorang, antara lain dalam hal pendidikan dan pekerjaan serta keluarga kandung, suami atau istri.
Sementara itu, kata “lengkap” merupakan bentuk ajektiva. Menurut Moeliono dkk. (1988:209) kata sifat merupakan kata yang dipakai untuk mengungkapkan sifat atau keadaan orang, benda, atau binatang dan memiliki ciri-ciri: (1) Dapat diberi keterangan pembanding seperti lebih lengkap, kurang lengkap, dan paling lengkap. (2) Dapat diberi keterangan penguat seperti sangat lengkap, lengkap sekali dll. (3) Dapat diingkari dengan kata ingkar tidak seperti tidak lengkap. (4) Dapat diulang dengan awalan se- dan akhiran – nya seperti selengkap-lengkapnya.
Lengkap, Gradasi Makna Pemaknaan kata “lengkap” dalam KBBI edisi keempat (2011:814): (1) tidak ada kurangnya, genap. Contoh: Anggota pengurus organisasi telah hadir lengkap. (2) Sedia segala-galanya; sempurna dengan alat senjata dsb. Contoh: Toko itu menjual barang serba lengkap; (3) Berikut pasangannya (paduannya dsb.) Contoh: Dia datang lengkap dengan anak istrinya. Bentuk lain kata lengkap adalah verba melengkapi; melengkapkan serta nomina pelengkap. Fungsi ajektiva “lengkap” pada kasus di atas sebagai atributif, yaitu menerangkan nomina (benda) yang disebut sebelumnya (daftar riwayat hidup [yang] lengkap).
Berdasarkan makna di atas, kata “lengkap” berarti terpenuhinya semua unsur yang melekat pada orang, benda, dan binatang yang dilengkapi. Lengkap juga dapat diartikan sebagai kondisi ideal yang ada pada satu keadaan orang, benda, dan binatang. Dalam konteks kasus di atas, “lengkap” berarti terpenuhinya semua data dalam daftar riwayat hidup (orang). Dengan demikian, makna lengkap mengacu pada data yang melekat pada orang tersebut. Seseorang yang memiliki lima anak akan dikatakan lengkap apabila dituliskan dalam formulir lima orang.
Lengkap juga memiliki gradasi makna, sehingga dikenal kata kurang lengkap, tidak lengkap, lengkap, lengkap sekali. Makna gradasi ini mengacu pada konsep, kondisi yang diharuskan, atau kondisi yang diminta. Apabila seseorang memiliki lima anak lalu dituliskan hanya satu, mungkin dapat dikatakan tidak lengkap; apabila dituliskan dua, tiga atau empat anak dapat dikategorikan kurang lengkap. Bagaimana penggunaan lengkap sekali? Lengkap sekali dipahami sebagai sebuah kondisi yang berada di atas standar atau kelaziman.
Misalnya seseorang mencantumkan riwayat pendidikan sejak TK atau dicantumkanjuga pendidikan nonformal, padahal lazimnya riwayat hidup hanya mencantumkan riwayat pendidikan formal dari SD hingga pendidikan terakhir. Lengkap dapat pula dimaknai dari sudut peminta data. Hal ini mengacu pada lembaga yang berkepentingan dengan data yang diberikan.
Dalam kasus hukum di atas, riwayat hidup dapat dikatakan lengkap apabila memenuhi semua kebutuhan data yang diminta KPU. Persoalannya, bunyi bahasa hukum belum memberikan kepastiaan makna sesuai kepentingan hukum.