KAI
Bagaimana Gambaran Pedih dan Sakitnya Azab Neraka?
Dalam banyak ayat dan hadis, kita disuruh menjaga diri dari api neraka. Malah tidak hanya diri, tapi juga keluarga dan kerabat kita
Orang ber-tabarruj, yaitu yang mengumbar aurat dan kecantikan dan keperkasaan adalah termasuk penghuni neraka. Sabda Nabi saw: “Ada dua golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat; Yaitu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, mereka memukuli orang-orang dengannya. Dan wanita-wanita yang memakai baju tapi telanjang, berjalan dengan menggoyang-goyangkan pundaknya dan berlenggak-lenggok. Kepala mereka seperti punuk unta yang condong. Mereka tidak akan masuk surga bahkan tidak akan mendapat wanginya, padahal sungguh wangi surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim)
Orang yang meninggalkan shalat, merupakan penyebab seseorang masuk neraka. Allah berfirman: “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)? Mereka menjawab: Kami dulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya dan adalah kami mendustakan hari pembalasan.” (QS. Al-Mudatstsir: 42-46)
Seorang ulama terkenal menyebutkan sejumlah dosa secara global yang merupakan penyebab seseorang masuk neraka, yaitu: Menyekutukan Allah; Mendustakan para rasul; hasad (dengki); Dusta; Khianat; Berbuat aniaya, kekejian; Ingkar janji; Memutuskan silaturrahmi; Pengecut dalam berjihad; Bakhil; Munafik; Berputus asa dari rahmat Allah; Merasa aman dari makar Allah; Berkeluh kesah terhadap musibah; Angkuh; Sombong atas nikmat yang diterima; Meninggalkan hal-hal yang wajib; Melanggar hudud (batasan dari Allah); Menerjang keharaman-Nya, takut kepada makhluk bukan kepada Allah; Beramal karena riya’ dan sum’ah;
Menyelishi Alquran dan Sunnah baik dalam perbuatan atau pun keyakinan; Taat kepada manusia dalam rangka maksiat kepada Allah; Fanatik terhadap kebatilan; Mengolok-olok ayat-ayat Allah, menentang kebenaran; Menyembunyikan sesuatu yang seharusnya disampaikan baik ilmu maupun kesaksian; Sihir; Durhaka kepada kedua orang tua; Membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali secara haq; Memakan harta anak yatim; Riba; Lari dari medan pertempuran; Menuduh berzina wanita baik-baik dan terjaga kehormatannya; Melakukan zina atau liwath; Ghibah dan namimah dan lain-lain yang telah dijelaskan keharaman-nya di dalam Alquran dan Sunnah. Barang siapa yang menjauhinya, maka berarti ia telah menempuh jalan keselamatan, dan barang siapa yang menerjangnya, maka berarti ia telah menjatuhkan dirinya ke dalam kehinaan dan penyesalan.
Demikian, wallahu a’lamu bish-shawaab.