KAI
Bagaimana Gambaran Pedih dan Sakitnya Azab Neraka?
Dalam banyak ayat dan hadis, kita disuruh menjaga diri dari api neraka. Malah tidak hanya diri, tapi juga keluarga dan kerabat kita
Diasuh Oleh: Prof. Dr. Tgk. H. Muslim Ibrahim, MA.
Pertanyaan:
Teungku Pengasuh yang saya hormati,
Assalamualaikum wr wb.
Dalam banyak ayat dan hadis, kita disuruh menjaga diri dari api neraka. Malah tidak hanya diri, tapi juga keluarga dan kerabat kita, karena neraka adalah azab yang pedih dan sangat menakutkan.
Meskipun demikian, kalau kita perhatikan dengan saksama, banyak manusia sekarang seakan berlomba-lomba masuk neraka, dengan bermacam cara; cara menipu; cacimaki, korupsi, pembunuhan, minum khamar, ganja, judi, zina dan kejahatan-kejahatan lainnya. Mengapa demikian? Mungkin karena orang tidak sering dengar atau baca tentang neraka. Merekas sibuk dengan filsafat ini filsafat itu, teori ini, teori itu, akhirnya lupa akan neraka.
Karena itu, saya akan amat bersukacita, seandainya Teungku dapat menguraikan sedikit tentang neraka, agar dapat membuat kita lebih khusyuk dalam beribadat, lebih shalih dalam beramal dan lebih hati-hati dalam menjauhi yang tidak halal. Dan, untuk itu terlebih dulu saya ucapkan terima kasih.
Mazdar Hamdi
Aceh Tamiang
Jawaban:
Sdr Mazdar Hamdi, yth.
Waalaikumussalam wr wb.
Pertanyaan Sdr cukup menyentuh, karena neraka adalah penjara yang penuh dengan siksaan yang pedih, jurang amat dalam yang di dalamnya berkobar api yang menyala dan bergejolak. Panasnya 70 kali lipat dibandingkan panas api yang ada di dunia saat ini, sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw: “Api yang biasa kalian nyalakan adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian dari api Jahannam.” (HR. Bukhari)
Hawa paling panas yang ada di dunia ini tak lain adalah sedikit hembusan dari Neraka Jahannam. Sabda Nabi SAW: Tunggulah hingga agak dingin untuk shalat (Zhuhur), karena panas yang berlebihan adalah sebagian dari hembusan Jahannam.” (HR. Bukhari)
Berkata Ka’ab al-Akhbar: “Demi Dzat yang jiwa Ka’ab ada di tangan-Nya, andaikan engkau ada di ujung timur dan neraka ada di ujung barat, kemudian neraka itu disingkap, maka otak kalian akan ke luar meleleh dari kedua lubang hidung, karena panasnya yang dahsyat. Wahai manusia, apakah kalian merasa tentram dengan ini? Ataukah kalian akan mampu bersabar terhadapnya? Wahai manusia, berbuat taat kepada Allah lebih ringan bagi kalian dari pada menanggung siksa seperti ini, maka taatlah kalian semua kepada-Nya! (At-Tadzkirah fi ahwalil mauta wa umur al akhirah: 2/145).
Tentang luasnya neraka, Rasulullah saw bersabda: “Tahukah kalian apa ini? Kami semua menjawab: Allah dan Rasul-Nya yang mengetahui. Beliau bersabda: Ini adalah batu, jika dilemparkan ke dalam neraka sejak 70 tahun, maka ia masih melayang di neraka sampai saat ini (belum menyentuh dasarnya).” (HR. Muslim)
Api neraka meyiksa manusia sesuai dengan tingkat dosa yang diperbuat. Sabda Nabi saw: “Sebagian orang ada yang dilalap api neraka hingga kedua mata kakinya, sebagian lagi ada yang hingga kedua lututnya, sebagian lagi ada yang dilalap hingga pinggangnya dan ada juga yang disiksa hingga tengkuk lehernya.” (HR. Muslim)
Rasulullah saw juga bersabda: “Pada hari kiamat didatangkan penghuni neraka, yakni seorang yang ketika di dunia mendapatkan kenikmatan paling besar, kemudian ia dicelupkan ke dalam neraka sekali celupan lalu ditanya: Wahai anak Adam adakah engkau masih melihat karunia yang tersisa? Apakah kini engkau merasakan sedikit kenikmatan? Maka ia menjawab: Demi Allah tidak sama sekali wahai Rabb.” (HR. Muslim)
Di antara penghuni neraka adalah orang-orang musyrik, yang mensyarikatkan Allah. Allah Swt berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An-Nisa’: 48)
Orang angkuh, sombong dan melampaui batas. Nabi saw bersabda tentang penghuni Neraka: “Maukah kalian aku beritahu penduduk neraka? (Yaitu) Setiap orang yang besar kepala, angkuh lagi sombong.” (HR. Al-Bukhari-Muslim)
Orang ber-tabarruj, yaitu yang mengumbar aurat dan kecantikan dan keperkasaan adalah termasuk penghuni neraka. Sabda Nabi saw: “Ada dua golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat; Yaitu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, mereka memukuli orang-orang dengannya. Dan wanita-wanita yang memakai baju tapi telanjang, berjalan dengan menggoyang-goyangkan pundaknya dan berlenggak-lenggok. Kepala mereka seperti punuk unta yang condong. Mereka tidak akan masuk surga bahkan tidak akan mendapat wanginya, padahal sungguh wangi surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim)
Orang yang meninggalkan shalat, merupakan penyebab seseorang masuk neraka. Allah berfirman: “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)? Mereka menjawab: Kami dulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya dan adalah kami mendustakan hari pembalasan.” (QS. Al-Mudatstsir: 42-46)
Seorang ulama terkenal menyebutkan sejumlah dosa secara global yang merupakan penyebab seseorang masuk neraka, yaitu: Menyekutukan Allah; Mendustakan para rasul; hasad (dengki); Dusta; Khianat; Berbuat aniaya, kekejian; Ingkar janji; Memutuskan silaturrahmi; Pengecut dalam berjihad; Bakhil; Munafik; Berputus asa dari rahmat Allah; Merasa aman dari makar Allah; Berkeluh kesah terhadap musibah; Angkuh; Sombong atas nikmat yang diterima; Meninggalkan hal-hal yang wajib; Melanggar hudud (batasan dari Allah); Menerjang keharaman-Nya, takut kepada makhluk bukan kepada Allah; Beramal karena riya’ dan sum’ah;
Menyelishi Alquran dan Sunnah baik dalam perbuatan atau pun keyakinan; Taat kepada manusia dalam rangka maksiat kepada Allah; Fanatik terhadap kebatilan; Mengolok-olok ayat-ayat Allah, menentang kebenaran; Menyembunyikan sesuatu yang seharusnya disampaikan baik ilmu maupun kesaksian; Sihir; Durhaka kepada kedua orang tua; Membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali secara haq; Memakan harta anak yatim; Riba; Lari dari medan pertempuran; Menuduh berzina wanita baik-baik dan terjaga kehormatannya; Melakukan zina atau liwath; Ghibah dan namimah dan lain-lain yang telah dijelaskan keharaman-nya di dalam Alquran dan Sunnah. Barang siapa yang menjauhinya, maka berarti ia telah menempuh jalan keselamatan, dan barang siapa yang menerjangnya, maka berarti ia telah menjatuhkan dirinya ke dalam kehinaan dan penyesalan.
Demikian, wallahu a’lamu bish-shawaab.