Serambi Property
Apersi Bangun 447 Rumah Murah
Asosiasi Pengembangan Perumahan dan Seluruh Permukiman Indonesia (Apersi) Aceh akan membangun sebanyak 447 rumah murah
* 250 Unit di Tamiang dan 197 di Nagan Raya
BANDA ACEH - Asosiasi Pengembangan Perumahan dan Seluruh Permukiman Indonesia (Apersi) Aceh akan membangun sebanyak 447 rumah murah bersubsidi pemerintah di dua kabupaten. Untuk wilayah barat-selatan dibangun di Nagan Raya dengan jumlah 197 unit dan wilayah timur, di Aceh Tamiang sebanyak 250 unit.
Ketua Apersi Aceh, Afwal Winardi ST MT, Sabtu (17/8/2013) mengatakan peluncuran rumah murah di Aceh Tamiang akan dilakukan seusai lebaran ini. Disebutkan, lokasi rumah berada di Desa Air Tenang yang berjarak hanya sekitar 800 meter dari kantor pemerintahan dan dekat dengan sekolah, fasilitas kesehatan, pasar dan lainnya.
Dia mengungkapkan, awalnya akan dibangun sebanyak 180 unit, tetapi seiring tingginya permintaan, maka ditambah menjadi 250 unit. “Permintaan rumah murah terus berdatangan dari berbagai kalangan, khususnya pegawai negeri sipil dan karyawan perusahaan swasta,” ujarnya.
Pria supel dan enerjik satu ini menyatakan pesanan dari sejumlah calon pembeli dari kalangan PNS dan pegawai swasta terus berdatangan. Dia menjelaskan kantor pemasaran dengan nama ‘Get Solution’ untuk pemasaran rumah murah yang dibangun developer PT Hikati Utama di Kuala Simpang akan dibuka dalam waktu dekat ini.
Sedangkan untuk pembangunan rumah murah bersubsidi pemerintah yang dibandrol Rp 88 juta/unit yang akan segera naik sekitar 10 sampai 15 persen nantinya diborongkan kepada sub kontraktor lokal. Afwal berharap, limit yang diberikan pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) sampai November 2013 bisa tercapai.
“Pemerintah pusat memberi limit waktu sampai November untuk membangun rumah yang direncanakan sebanyak 120 unit pada tahun ini,” jelasnya. Dia menjelaskan, limit tersebut ditetapkan sebagai syarat mendapat prasarana umum (PSU) perumahan yang dibantu pemerintah pusat yakni Rp 6,5 juta per rumah.
Sementara, pembangunan rumah murah di Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya terus dipacu dan sampai kemarin sudah pada tahap pemasangan atap. Sedangkan pembeli yang sudah mencapai 65 orang atau rata-rata bertambah 20 orang setiap pekan, khususnya dari kalangan PNS dan karyawan swasta.
Dia mengungkapkan, para PNS di lingkup Pemkan Nagan Raya masih mengharapkan dana bantuan dari Bapertarum untuk uang muka, berdasarkan golongan, antara Rp 13,2 juta sampai Rp 13,8 juta dan bantuan murni (BUM) juga menurut golongan antara Rp 1,2 juta sampai Rp 1,8 juta/orang.
Sebelumnya dia mengatakan pasar perumahan murah bersubsidi pemerintah terus diminati masyarakat berpenghasilan rendah (MRB). Bukan hanya di Banda Aceh atau Aceh Besar, tetapi juga merambah kawasan Nagan Raya, Aceh Timur, termasuk Aceh Tamiang dalam beberapa bulan terakhir ini.
Dia menyatakan para pengembang di Aceh yang bernaung di bawah Apersi terus membidik pembangunan perumahan murah berharga Rp 88 juta/unit di seluruh Aceh, asal dapat dukungan dari pemkab/pemko setempat.
Afwal menyatakan pembangunan rumah murah yang didukung Kemenpera dan suku bunga juga bersubsidi sebenarnya mampu dijangkau masyarakat berpenghasilan rendah, tanpa kecuali. Namun, sebutnya, birokrasi di perbankan harus diperbaiki, sehingga bukan hanya PNS, pegawai swasta bonafid, tetapi juga masyarakat berpenghasilan tetap dari berbagai sektor usaha.
Afwal menyebutkan, tahap pertama ini dibangun 50 unit dan sisanya, 147 unit lagi dimulai tahun depan, karena biaya pembangunan prasarana umum dari Kemenpera telah cair pada tahun ini. Dia berharap, proses pencairan KPR akan lebih mudah dan cepat, karena pembiayaan juga berasal adri BRI Syariah Banda Aceh, salah satu dari lima bank pemberi KPR rumah murah bersubsidi. Sehingga, katanya, para calon pembeli rumah di Nagan Raya tidak harus ke BRI Syariah Cabang Banda Aceh, tetapi cukup ke Meulaboh.(muh)