Kacapi Suling Meriahkan Halal bi Halal Para Sunda

Lebih dari 300 orang warga Sunda hadir pada acara tahunan tersebut

Editor: RezaMunawir

Laporan: Arif Ramdan | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kesenian khas Sunda seperti Kacapi Suling, Jaipongan, dan pertunjukan khas Pasundan meriahkan acara halal bi halal Paguyuban Para Sunda seluruh Aceh, Minggu (1/9/2013) di lapangan tenis Indoor, Neusu, Banda Aceh. Lebih dari 300 orang warga Sunda hadir pada acara tahunan tersebut.

Ketua Paguyuban Para Sunda Aceh, Nanang Junaedi,  menyebut kegiatan ini  akan menjadi ajang shilaturrahmi warga Sunda yang menetap dan bertugas di Aceh.

"Ada satu kepuasan pada acara halal bi halal ini, meski kita menyadari pada sisi lain masih banyak kukarangan. Tetapi ini bagian wujud dari mengikat shilaturrahami para warga Sunda di Aceh," katanya.

Menurutnya, paguyuban Para Sunda di Aceh selain sebagai ajang shilaturrahmi juga dimaksudkan sebagai pembinaan para generasi keturunan Pasundan baik yang bertugas maupun yang telah berkeluarga di Aceh untuk tidak lupa kampung asal mereka.

"Insya Allah ini juga bagian dari program unggulan membina putra-putri Pasundan dalam paguyuban yang telah kita bentuk agar mereka menjadi manusia berkarakter, kreatif, dan bertanggungjawab," ujarnya.

Acara yang dikemas dalam suasana kasundaan itu, cukup mengobati rindu para warga Sunda yang ada di Aceh. Selain dekorasi panggung yang dikemas 'nyunda' dan diramaikan dengan gamelan sunda, kacapi suling, dan jaipongan itu, pada sisi panggung juga terlihat "Saung Sunda", pohon pisang, dapuran bambu dan burung perkutut yang ditambat.

Dekorasi tersebut mengesankan kasundaan yang sempurna dan mampu mengingatkan sebagian Para Sunda ke kampung halaman masing- masing. Para peserta halal bi halal juga dimanjakan dengan aneka ragam makanan dan minuman khas Pasundan.
    
Selain aktif bershilaturrahmi menyambungkan warga Sunda, paguyuban itu juga banyak terlibat dalam kegiatan penghijauan, arisan, bakti sosial, dan pagelaran kesenian dan berkolaborasi dengan kesenian yang ada di Aceh.
    
"Kita bersama masyarakat Aceh juga pernah ikut kegiatan seni dan sempat mengkolaborasikan lagu bungong jeumpa dengan beberapa kesenian Sunda lainnya," pungkasnya.

Para Sunda yang hadir pada acara halal bi halal itu datang dari Banda Aceh, Aceh Besar, Sabang, Sigli, dan Takengon.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved