Banjir Bandang
Banjir Susulan Hantui Nagan
Ratusan warga Desa Krueng Seumayam, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Minggu (1/9) kemarin masih
* Korban Masih Mengungsi
SUKA MAKMUE - Ratusan warga Desa Krueng Seumayam, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Minggu (1/9) kemarin masih mencemaskan kemungkinan terjadinya lagi banjir bandang di kawasan itu, seperti terjadi Sabtu (31/8) sore yang menyebabkan sebuah rumah warga rusak parah.
“Wajar warga masih ketakutan dan dihantui terjadinya lagi banjir bandang susulan, karena curah hujan di hulu sungai masih sangat tinggi,” kata Jasman, warga Desa Krueng Seumayam, Kecamatan Darul Makmur kepada Serambi, Minggu kemarin.
Menurutnya, kekhawatiran yang dirasakan masyarakat di wilayah itu memuncak pada malam hari, karena waktu malam bisa saja terjadi kemungkinan terburuk tanpa mereka duga sama sekali. Apalagi aliran sungai yang berada di kawasan ini sudah bergeser dan dikhawatirkan akan meluas ke permukiman warga.
Selain itu, kemarin petang kawasan ini masih diselimuti mendung dan hujan gerimis. Jasman berharap, pihak terkait segera menanggulangi kondisi rawan banjir tersebut dengan harapan kekhawatiran masyarakat terhadap hal ini bisa segera teratasi.
Sementara itu, tujuh orang korban banjir bandang di Desa Krueng Seumayam, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya, hingga Minggu kemarin masih berada di pengungsian setelah satu rumah milik M Yusuf rusak parah diterjang banjir bandang pada Sabtu (31/8) sore.
Para korban yang merupakan anak dan anggota keluarga M Yusuf ini masih bertahan di rumah tetangganya, karena tempat tinggal mereka belum bisa ditempati setelah rusak diterjang banjir bandang.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Nagan Raya Ir H Ardi Martha kepada Serambi kemarin siang mengatakan sebagai bentuk kepedulian pemkab setempat, pihaknya bersama pihak terkait sudah menyalurkan bantuan kepada para korban untuk meringankan beban mereka.
Bantuan yang disalurkan itu, antara lain, sembako, selimut, dan sejumlah kebutuhan tujuh korban banjir bandang di wilayah ini. “Apalagi harta benda warga turut menjadi korban dalam musibah ini,” kata Ardi Martha. (edi)