Serambi Property

Rumah Murah di Nagan Raya Diburu

Perumahan murah bersubsidi pemerintah di Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya terus diburu para calon konsumen

Editor: bakri

* Peminat Terus Bermunculan

BANDA ACEH - Perumahan murah bersubsidi pemerintah di Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya terus diburu para calon konsumen. Para peminat yang terus bermunculan dari berbagai kalangan, khususnya para PNS Nagan Raya telah membuat pihak developer harus menambah area baru untuk 40 unit rumah lagi.

Ketua Asosiasi Pengembangan Perumahan dan Seluruh Permukiman Indonesia (Apersi) Aceh, Afwal Winardi ST MT, Sabtu (7/9) menyatakan permintaan rumah murah di Nagan Raya tinggi. Dia menegaskan dukungan kuat Pemkab Nagan Raya menjadi faktor utama munculnya kepercayaan dari calon konsumen, baik PNS maupun karyawan swasta.

“Saat ini, sebanyak 40 unit rumah yang sudah dipesan para calon konsumen sudah hampir rampung dan delapan di antaranya akan menandatangani akad kredit dengan BRI Syariah Cabang Meulaboh,” ujarnya.

Dia memperkirakan, sebelum akhir tahun 2013, sebanyak 40 unit rumah yang masuk dalam tahap pertama akan rampung dikerjakan. Disebutkan,  untuk pesanan 40 unit rumah lainnya yang masuk tahap dua masih memasuki tahap pembersihan lahan.

Afwal menjelaskan rumah murah di kabupaten pemekaran Aceh Barat ini yang dibandrol Rp 88 juta/unit, seusai aturan Kemenpera akan dikembangkan juga di kabupaten lain di Aceh. Namun, dia menegaskan, saat ini masih fokus di dua kabupaten, yakni Nagan Raya dan Aceh Tamiang yang juga memasuki tahap pembersihan lahan.

Pria tambun nan enerjik satu ini mengungkapkan pihak BRI Syariah Pusat telah mengunjungi lokasi pembangunan rumah murah di Nagan Raya. Bahkan, mengadakan pertemuan dengan Wakil Bupati Nagan Raya, membahas pola skim kredit FLPP untuk para PNS yang telah mendaftar pada 29 Agustus 2013 lalu.

“Manajer FLPP BRI Syariah Pusat sempat terkejut melihat tingginya animo pembeli rumah murah di Nagan Raya dan berharap proses akad kredit lebih dipercepat,” katanya. Dia mengungkapkan, pihak BRI Syariah Pusat juga berharap, jika proses di daerah lamban, maka dapat dilimpahkan ke pihaknya.

Afwal menyatakan perumahan murah merupakan program nasional dan seluruh bank yang telah ditunjuk harus bergerak cepat membantu para pengembang, termasuk proses akad kredit. “Diakui atau tidak, proses pencairan kredit, baik calon konsumen maupun pengembang masih sulit, sehingga pengembang rumah murah harus mencari dana sendiri dalam pembangunan,” katanya.

Walaupun demikian, pembangunan rumah murah di Nagan Raya akan terus dipacu, sehingga bisa ditempati segera oleh calon konsumen. Apalagi, sebutnya, Wabup Nagan Raya berharap, seluruh PNS yang kini tinggal di luar kabupaten, dapat menetap di Nagan Raya, sehingga kinerja akan lebih optimal.

Sementara itu, pembangunan rumah murah di Kuala Simpang, Aceh Tamiang masih tahap pembersihan lahan. Afwal menyebutkan, dalam pameran rumah murah di Medan dari 28 Agustus sampai 1 September 2013, sebanyak 15 pesanan datang, khususnya warga Medan yang bekerja di lingkungan Pemkab Aceh Tamiang.

Dia menjelaskan kantor pemasaran rumah murah di Aceh Tamiang telah dibuka di samping pendopo bupati. Sedangkan untuk kantor Apersi Aceh akan dibuka di kawasan Simpang Lima, Banda Aceh dalam waktu dekat ini.

Apersi Aceh juga akan menggelar pameran rumah murah di arena PKA VI yang akan digelar bulan ini. Namun, sebutnya, pihaknya masih terkendala dengan sewa stand yang berada di depan Stadion H Dimurthala, sebesar Rp 16 juta. “Pemprov Aceh harus membantu sewa stand, karena kami ingin memberi informasi tentang rumah murah berubsidi yang benar,” katanya.

Dia mengatakan program rumah murah berasal dari Pemerintah Pusat, tetapi pemerintah provinsi atau kabupaten/kota juga harus mendukung. “Dalam pameran ini, kami ingin menjelaskan tentang rumah murah berubsidi pemerintah kepada masyarakat, sekaligus mencegah kesalahan informasi yang terjadi selama ini,” jelasnya.(muh)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved