Rp 50 M untuk Kukuhkan Wali

Anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh (F-PA), Adnan Beuransyah mengusulkan kepada Pemerintah Aceh mengalokasikan anggaran Rp 50 miliar

* Usulan Anggota F-PA DPRA

BANDA ACEH - Anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh (F-PA), Adnan Beuransyah mengusulkan kepada Pemerintah Aceh mengalokasikan anggaran Rp 50 miliar dalam RAPBA-P 2013 untuk kepentingan pengukuhan Wali Nanggroe IX yang dijadwalkan Desember mendatang.

Usulan itu disampaikan Adnan Beuransyah dalam pemandangan umumnya pada sidang paripurna lanjutan RAPBA-P 2013, di Gedung Utama DPRA, Selasa (1/10). “Dana sebesar itu merupakan perkiraan biaya maksimalnya. Jika dalam perjalanan pengukuhannya nanti tidak habis, uangnya tetap menjadi Silpa di APBA-P 2013,” kata Adnan Beuransyah menanggapi wartawan seusai sidang.

Menurut Adnan, dirinya menyampaikan usulan anggaran biaya untuk pengukuhan Wali Nanggroe melalui sidang lanjutan paripurna RAPBA-P dengan materi pemandangan umum anggota DPRA terhadap penyampaian Nota Keuangan RAPBA-P 2013. Karena, kata Adnan, dalam Nota Keuangan RAPBA 2013 yang disampaikan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, biaya untuk pengukuhan Wali Nanggroe belum dialokasikan.

Dikatakan Adnan, pengusulan anggaran sebesar itu (Rp 50 miliar), karena kegiatan dalam rangka pengukuhan Wali Nanggroe IX nantinya cukup banyak. Ada yang sifatnya lokal, nasional, dan internasional.

Kegiatan lokal, misalnya melakukan kenduri raya dengan mengundang satu  juta orang masyarakat Aceh dari 23 kabupaten/kota dan kegiatan lainnya selama tujuh hari berturut-turut. Yang bersifat nasional melakukan seminar  yang terkait dengan kedudukan Wali Nanggroe yang merupakan kepemimpinan adat sebagai pemersatu masyarakat yang independen.

Selanjutnya, kata Adnan, juga diundang raja-raja yang telah diakui negara di seluruh wilayah Indonesia. Misalnya, Raja Yogjakarta dan lainnya, Presiden, Wakil Presiden, dan para menteri, duta besar negara-negara asing yang ada di Jakarta dan kota besar lainnya.

Sedangkan yang sifatnya internasional, mengundang para raja negara-negara sahabat, misalnya dari Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Arad Saudi, dan lainnya.

Mengundang para raja dan pejabat penting negara dari dalam maupun luar negeri, menurut Adnan membutuhkan biaya yang sangat besar. Sebab, harus menyediakan tempat penginapan atau hotel yang bagus beserta pengamanan. Untuk menyambut kedatangan para tamu Wali Nanggroe tersebut, Unsur Muspida Plus melakukan penyambutan secara adat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM). “Tentu semua itu perlu biaya besar,” kata Adnan yang juga Ketua Komisi A DPRA tersebut.

Jadi, kata Adnan, anggaran maksimal yang diusulkan untuk acara pengukuhan Wali Nanggroe, bukan semata untuk seremonial pengukuhan tetapi sekaligus mengangkat harkat dan martabat masyarakat Aceh. “Masyarakat Aceh memiliki adat budaya yang tinggi dan mulia yang tercermin dari pengukuhan Wali Nanggroe yang dilakukan dengan sangat bagus dan meriah sehingga menjadi kenangan para tamu yang datang ke Aceh. Ini juga memberikan makna bahwa masyarakat Aceh sangat memuliakan tamu,” demikian Adnan Beuransyah.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved