Gempa Aceh
Gempa Rusak Tangse
Duka kembali menyelimuti masyarakat Tangse, Kabupaten Pidie setelah kawasan itu diguncang gempa 5,6 SR, Selasa 22 Oktober 2013 pukul 12.40 WIB
* Termasuk Mane dan Geumpang
* Seorang Meninggal, Tiga Cidera
* Ratusan Bangunan Rusak
SIGLI - Duka kembali menyelimuti masyarakat Tangse, Kabupaten Pidie setelah kawasan itu diguncang gempa 5,6 SR, Selasa 22 Oktober 2013 pukul 12.40 WIB. Bencana kali ini merupakan yang keempat kali dalam dua tahun terakhir, yaitu banjir bandang 10 Maret 2011, banjir luapan 25 Februari 2012, gempa 6,0 SR pada 22 Januari 2013, dan kali ini masyarakat setempat menerima dampak gempa yang berpusat 16 kilometer barat daya Aceh Besar tersebut.
Menurut perkiraan, dampak terparah gempa yang terjadi Selasa siang kemarin bukan hanya di Tangse tetapi juga di dua kecamatan lainnya yang bertetangga, yaitu Geumpang dan Mane. Perkiraan itu disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Jarwansyah kepada Serambi, malam tadi. “Laporan kerusakan terus masuk, bukan saja dari Tangse tetapi juga dari Mane dan Geumpang. Atas dasar itu kami perkiraan korban tidak hanya di Tangse,” kata Jarwansyah.
Pada pukul 17.00 WIB kemarin, BPBD Pidie melansir jumlah rumah yang rusak sebanyak 83 unit tersebar di Desa Neubok Badeuk, Pulo Seunong, dan Pulo Kawa. Namun sekitar pukul 22.00 WIB tadi malam, Bupati Pidie, Sarjani Abdullah mengirim laporan lanjutan dengan jumlah rumah yang rusak mencapai 380 unit tersebar dalam 14 desa di Kecamatan Tangse.
Kerusakan lain yang dilaporkan Bupati Pidie adalah sembilan masjid, 13 sekolah, 43 kios dan ruko, delapan meunasah, satu Kantor Koramil, satu Kantor Polsek, satu Kantor Camat Manee, satu rumah dinas camat, dan dua jembatan. Namun untuk kerusakan selain rumah, belum ada laporan lokasi.
Sedangkan mengenai korban meninggal dan luka-luka (cidera), hingga tadi malam belum ada perubahan dari data awal. Korban meninggal yaitu Abubakar Rasyid (90), warga Gampong Alue Landong, Kecamatan Mane yang diduga serangan jantung ketika gempa mengguncang. “Abubakar meninggal dunia di Puskesmas Tangse karena serangan jantung,” kata Kepala Pelaksana BPBD Pidie, Apriadi SSos.
Selain korban meninggal, tiga warga Kecamatan Tangse cidera akibat tertimpa runtuhan bangunan atau terjatuh saat berlari menyelamatkan diri. Ketiga warga yang cidera tersebut masing-masing Nadiatul Hikmah (16) warga Desa Neubok Badeuk, Azni (50) warga Pulo Kawa, dan seorang bocah berusia 4 tahun menderita luka lecet di bagian kepala. “Nadiatul Hikmah dan Azni dirawat di RSU Sigli sedangkan bocah Denis di Puskesmas Tangse,” kata Sekcam Tangse, Ir Jakfar.
Kepala BPBD Pidie, Apriadi SSos ditemui Serambi di Gampong Neubok Badeuk mengatakan, hingga sore kemarin tidak ada warga yang mengungsi, meski demikian pihak BPBD tetap menyiagakan berbagai kebutuhan jika terjadi pengungsian. Lokasi kamp yang disiapkan di Kantor Camat Tangse.
Sistem komunikasi, baik telepon kabel maupun GSM, menurut Kepala Kantor Telkom Tangse, Jamil tetap normal. Begitu juga aliran listrik, tidak ada laporan gangguan.
Menurut Jamil, sempat terjadi kepanikan dan histeris ketika gempa mengguncang. Sejumlah murid SDN 3 Tangse (ibu kota kecamatan) dilaporkan luka-luka akibat terkena pecahan kaca atau terjatuh saat berlarian dan turun dari lantai II. “Semua anak yang luka-luka sudah mendapat penanganan medis di puskesmas,” kata Jamil.
Bupati Pidie, Sarjani Abdullah bersama unsur muspida dan pimpinan kecamatan, sore kemarin meninjau lokasi musibah dan melakukan rapat pimpinan untuk menentukan langkah-langkah penanganan darurat pascagempa. “Kita akan bergerak cepat, tepat, dan terukur untuk penanganan pascabencana,” kata Sarjani yang hingga tadi malam masih bertahan di Tangse.
Untuk membantu kebutuhan logistik bagi korban gempa di Tangse, Pidie, Dinas Sosial Aceh, Selasa (22/10) sore mengirim bantuan ke lokasi bencana dan bantuan diperkirakan tiba di Tangse, tadi malam.
“Bantuan yang kita kirim adalah beras 2.000 kilogram, mi instan 200 dus, kecap 30 dus, sambal 30 dus, minyak goreng 200 liter, tenda biru 50 lembar, dan tenda logistik dua unit,” rinci Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Sosial Aceh, Drs Muslish MSi melalui Kabid Banjamsos, Drs Burhanuddin MM kepada Serambi, kemarin sore.
Menurut Burhanuddin, pihaknya juga sudah menurunkan tim Dinsos Aceh dan sejumlah relawan Tagana ke lokasi untuk melakukan pendataan, evakuasi, dan pelayanan dapur umum.(aya/naz/nas/dik/jal)