Pilkada Pidie Jaya
Kampanye Saiful/Iqbal Kembali Diguyur Hujan
Hujan lebat yang mengguyur Lueng Putu, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya, Selasa (22/10) kemarin, tidak menyurutkan semangat
MEUREUDU - Hujan lebat yang mengguyur Lueng Putu, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya, Selasa (22/10) kemarin, tidak menyurutkan semangat massa pasangan cabup/cawabup Saiful Bahri/Iqbal Idris untuk mengikuti kampanye. Ini adalah kampanye terbuka ketiga kalinya yang dilaksanakan pasangan cabup/cawabup nomor urut 1 ini. Kampanye perdana di Ulee Gle, Minggu (20/10) lalu, juga berlangsung di bawah guyuran hujan.
Pantauan Serambi, massa pendukung Saiful/Iqbal berdatangan ke lapangan sepakbola Lueng Putu di bawah guyuran hujan. Kondisi lapangan yang becek tidak menyurutkan antusiasme massa untuk mendengarkan paparan program yang disampaikan oleh para jurkam.
Para juru kampanye andalan, seperti Sofyan Dawod, Bahroem M Rasyid, serta Saiful Bahri, dan Iqbal Idris, bergantian membakar semangat massa dengan topik-topik yang menyentil kondisi pemerintahan di Aceh saat ini.
“Saya sangat berterima kasih atas dukungan dan semangat warga Kecamatan Bandarbaru yang rela basah kuyup di tengah hujan lebat, demi untuk Pidie Jaya yang lebih baik,” ujar Saiful Bahri yang disambut yel yel dukungan untuk pasangan nomor urut 1 ini.
Dalam orasinya, mantan ketua DPRK Pijay ini menyentil kebijakan dan dominasi partai yang kerap mengintervensi kebijakan pemerintah untuk kepentingan kelompok mereka. Karenanya, kata Saiful, banyak program prorakyat, seperti pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan anak yatim, tidak bisa berjalan dengan baik.
“Karenanya kami hadir untuk melawan kezaliman tersebut dan memperjuangkan hak anak yatim serta fakir miskin. Nantinya segala urusan agama harus ditangani oleh para ulama,” ujarnya.
Pasangan Saiful Bahri dan Iqbal Idris juga memaparkan kembali sejumlah program unggulan mereka, terkait bidang kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi petani dan nelayan, serta penganggaran pembanguan waduk di Cubo untuk mengairi areal 98.000 areal pertanian yang selama ini menggarap dengan tadah hujan.(c43)