Serambi Kuliner
Bulukat Kuah Tuhe, Nikmat Setiap Waktu
MATAHARI beranjak perlahan menembakkan sinar. Hawanya mulai memanaskan bumi
DI Nusantara dikenal dengan beragam makanan berkuah yang disebut kolak. Makanan ini sangat populer dan dikenal di seluruh penjuru Indonesia. Karena pembuatannya mudah, hampir tidak dikenal variasi tempatan dalam resep. Rasanya pun hampir sama: manis dan legit. Biasanya, menu ini sering dihidangkan pada di bulan puasa atau Lebaran. Di Aceh, terdapat makanan sejenis yang disebut kuah tuhe. Kuliner ini bisa dimakan dengan tambahan lain. Salah satunya ketan. Masyarakat Aceh menyebut jenis makanan ini bulukat kuah tuhe. Pada Serambi Kuliner edisi pekan ini, Azwani Awi menuliskan tentang kegurihan bulukat kuah tuhe ini.
MATAHARI beranjak perlahan menembakkan sinar. Hawanya mulai memanaskan bumi. Angin pun berhembus sepoi. Satu per satu daun yang gugur dari pepohonan, beterbangan. Namun, tidak menyulutkan semangat tiga remaja di kawasan Lambaro, Aceh Besar, untuk turun ke sawah. Mereka masih tampak semangat meski sang surya membakar kulit.
Setelah dua jam berada di sawah, salah seorang di antaranya naik ke pamatang. Duduk bersila, remaja menuangkan kopi yang dibawa dari rumah, ke dalam gelas. Perlahan, kopi tersebut diseruput dan diletakkan kembali di atas pematang sawah.
Beberapa saat kemudian, dia mengambil rantang yang terletak di kiri ceret kopi. Di rantang pertama, remaja tersebut mengambil ketan dan memindahkan ke dalam piring tersedia. Kemudian, dia menumpahkan kuah santan bercampur pisang dan nangka ke atas ketan tadi. Tanpa peduli peluh yang menetes di dahi, remaja tadi pun menyantap makanan tersebut dengan penuh kelezatan.
Makanan dimaksud adalah bulukat kuah tuhe, berupa masakan santan dicampur pisang klat barat (sejenis pisang raja) atau nangka masak, serta gula. Rasanya sangat gurih. Menu ini hampir merata di daerah Aceh.
Untuk membuatnya pun cukup mudah. Bahan membuat kuah terdiri dari santan kelapa yang patinya diambil untuk membuat adonan tepung. Di dalamnya dimasukkan potongan pisang raja, nangka, dan daun pandan nan wangi. Tak lupa, agar manis dan gurih kuah tersebut dicampur dengan gula dan sedikit garam.
Menu yang satu ini bisa dimakan kapan pun dan di mana pun. Tanpa harus menunggu musim atau suatu acara, bulukat kuah tuhe tetap enak dinikmati.
Biasanya, tradisi bulukat kuah tuhe juga menjadi hidangan yang harus disajikan saat kenduri Maulid. Beberapa tempat seperti di meunasah atau di rumah-rumah penduduk yang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, tak lupa menyajikan bulukat kuah tuhe sebagai hidangan siang hari, selain nasi dan lauk pauk. Lalu, kuah tuhe lalu dimakan bersama ketan. Sebagai varian menu, biasanya pada malam hari juga disajikan bulukat kuah pengat.
Tapi, tak harus menunggu pada peringatan Maulid Nabi untuk bisa menikmati bulukat kuah tuhe ini. Kapan pun, ke mana pun, dan moment apapun Anda berkunjung ke Aceh, tetap bisa menikmati bulukat kuah tuhe ini. Rasanya juga nikmat bila dicicipi setiap waktu. Tunggu apa lagi,? yuk berburu bulukat kuah tuhe Aceh.(*)