Pilkada Subulussalam

Massa Pendukung Cawalkot Nyaris Bentrok

Kegaduhan mewarnai hari pertama masa tenang Pilkada Wali Kota/Wakil Wali Kota Subulussalam, Sabtu (26/10)

Editor: bakri
Massa mendatangi ruko milik kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kota Subulussalam setelah berembus kabar ada kegiatan kampanye terselubung pada masa tenang, Sabtu (26/10) malam skeitar pukul 21.30 WIB. SERAMBI/KHALIDIN 

SUBULUSSALAM - Kegaduhan mewarnai hari pertama masa tenang Pilkada Wali Kota/Wakil Wali Kota Subulussalam, Sabtu (26/10). Dua kelompok massa pendukungan pasangan calon, nyaris bentrok setelah bersitegang di depan rumah toko milik salah satu kepala dinas di lingkup Pemko Subulussalam, malam tadi. Untungnya, aparat keamanan bertindak cepat, sehingga bentrokan dapat dihindarkan.

Pantauan Serambi, insiden yang nyaris memicu bentrok tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WIB, di sebuah ruko yang berada di jalan Teuku Umar, Desa Lae Oram, Kecamatan Simpang Kiri. Beredar informasi, di bangunan tersebut terjadi pengumpulan massa, dengan dalih pembacaan Yasin. 

Informasi ini memicu kedatangan massa dari kelompok pendukung kandidat lainnya. Mereka menengarai pengumpulan massa di dalam ruko tiga pintu ini, dilakukan oleh salah seorang kepala dinas sebagai ajang kampanye bagi kandidat tertentu.

“Ruko itu tiga pintu, bisa menampung ratusan orang. Katanya baca Yasin, tapi saat kami masuk, kok tidak ada buku Yasinnya,” kata Bakhtiar Husein, salah satu tim pemenangan cawalkot Subulussalam, didampingi koleganya Azhari Tinambunan, Bahagia Maha, dan Zulheri Ahmad.

Bakhtiar yang juga anggota DPRK Subulussalam bahkan menyatakan pada acara perkumpulan massa tersebut terdengar suara yang mengarahkan kepada undangan untuk memilih pasangan kandidat nomor urut tertentu. Bakhtiar menyesalkan aksi pengumpulan warga pada masa tenang ini.

Hal senada disampaikan Buyung Azhari yang secara tegas menyatakan pihaknya jangan dipancing-pancing. Karena menurut Buyung, sekiranya pun ada agenda baca Yasin sejatinya digelar di posko induk, bukan di rumah salah satu kepala dinas, apalagi ada kampanye terselubung.

Sempat terjadi ketegangan di lokasi hingga nyaris menimbulkan bentrok. Beruntung pihak Panwaslih yang mendapat laporan, bersama aparat kepolisian Polres Aceh Singkil, dibantu personel Brimob langsung turun ke lokasi. Aparat  segera mengamankan dua kepala dinas yang berada di lokasi, sehingga luput dari amuk massa.

Ketua Bidang Pengawasan Panwaslih Kota Subulussalam, Karmila Firdaus mengatakan, pihaknya sudah mengklarifikasi kedua pejabat Kota Subulussalam yang menggelar kegiatan pengumpulan massa. Dalam klarifikasi itu, kedua pejabat membantah melakukan kampanye. Kegiatan diakui untuk membaca Yasin.

Namun menurut Karmila meski agenda membaca Yasin sangat tidak layak dilakukan pada masa tenang. Sebab saat ini momen masa tenang pilkada. Karmila juga mengatakan, di lokasi terdapat sejumlah pegawai dan masyarakat setempat. Karmila mengatakan pihaknya akan terus mengkaji dan memproses kasus ini.(kh)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved