Serambi Property

Harga Rumah Murah Naik

Harga rumah murah bersubsidi pemerintah di pinggiran Banda Aceh atau tepatnya kawasan Aceh Besar mulai naik

Editor: hasyim

* Dari Rp 88 Juta Sampai Rp 110 Juta/Unit

BANDA ACEH - Harga rumah murah bersubsidi pemerintah di pinggiran Banda Aceh atau tepatnya kawasan Aceh Besar mulai naik, dari Rp 88 juta yang ditetapkan pemerintah jadi Rp 100 sampai Rp 110 juta unit. Untuk kawasan kabupaten/kota lainnya di Aceh, belum ada kenaikan, tetap Rp 88 juta/unit.

Hal itu diungkapkan Ketua Apersi Aceh, Afwal Winardi ST MT, Sabtu (9/11) yang menyatakan kenaikan harga rumah murah tidak bisa ditunda lagi. Dia beralasan, khusus untuk kawasan Banda Aceh, harga material bahan bangunan terus naik, termasuk hal lainnya, selain harga tanah.

Tetapi, sebutnya, untuk kawasan luar Banda Aceh, seperti Aceh Tamiang dan Nagan Raya belum ada kenaikan, tetap Rp 88 juta/unit. Afwal menjelaskan untuk rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang akan dibangun di Lam Trieng, Kecamata Kutabaro, Aceh Besar, dengan kondisi masih pembersihan lahan telah dipesan 60 orang.

“Untuk rumah murah di Lam Trieng, Kecamatan Kutabaro, Aceh Besar  tidak bisa dijual Rp 88 juta/unit, tetapi Rp 110 juta/unit,” ujarnya. Dia menyatakan untuk kawasan ini yang berjarak sekitar 10 km dari pusat Kota Banda Aceh memiliki akses jalan ke berbagai arah, seperti ke Unsyiah di Darussalam atau bandara internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) di Blangbintang.

Dia menjelaskan, model rumah murah di Lam Trieng dan kawasan lainnya di Aceh yang masuk program 2014 akan berbentuk lebih minimalis, walau bertype 36 m2 dan tidak gandeng, tetapi terpisah. Disebutkan, desain rumah murah 2014 berasal dari DPP Apersi di Jakarta dan dibangun oleh seluruh anggotanya di Indonesia dengan model sama.

“Desain baru rumah murah ini harus dibangun oleh seluruh anggota Apersi tanpa kecuali, sehingga warga akan mengetahui, inilah rumah murah yang dibangun Apersi,” ujarnya.  Dia menyatakan Apersi yang akan berultah ke-15 pada 10 November 2013 atau juga bertepatan dengan Hari Pahlawan memiliki slogan: “Dengan semangat 10 November mempercepat penyediaan rumah untuk MBR.”

Sementara itu, pembangunan rumah murah di Suka Makmue, Nagan Raya sudah hampir rampung, bahkan 15 unit di antaranya telah rampung dibagun. Sedangkan 67 unit lainnya dalam tahap pemasangan atap, sehingga diperkirakan pada akhir tahun ini sudah rampung, ujar Afwal.

Prihal akad kredit 15 unit rumah murah di Suka Makmue, Afwal menyatakan masih terkendala dengan persyaratan dari BRI Syariah, walau rumah telah rampung dua bulan lalu. “Untuk proses akad kredit dan pencairan dana harus melalui persetujuan Kemenpera di Jakarta,” ungkapnya.

Sehingga, sebutnya, pencairan dana ke-15 rumah tersebut masih menunggu proses dari Kemenpera dan belum diketahui, kapan dana bisa cair. “Inilah salah satu kendala yang harus dihadapi,” katanya. Dia berharap, proses tersebut tidak akan berlangsung lama, sehingga calon konsumen dapat segera menempati rumah idamannya.

Dia menambahkan, juga telah membuka lahan baru di Desa Ujung Fatihah, Kecamatan Kuala, Nagan Raya. Disebutkan, sebanyak 120 unit rumah murah akan dibangun di lokasi oleh PT Petra Alam Bestari.

Untuk rumah di Kuala Simpang, Aceh Tamiang masih dalam tahap pemasangan 15 pondasi rumah, dari 50 pesanan yang sudah masuk. Pria tambun satu ini menyatakan warga dapat menanyakan informasi rumah murah ke Kantor Apersi Aceh di Jl Iskandar Muda No 78-79, Lamkuweh, Banda Aceh atau arah ke Ulee Lheue.(muh)

realisasi
* Suka Makmue: 15 rampung, 67 pasang atap
* Kuala: Pembukaan lahan baru
* Kuala Simpang: Pondasi 15 rumah
* Lam Trieng: Pembersihan lahan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved