Breaking News:

Buku Meulaboh dalam Lintas Sejarah Diluncurkan

Pemkab Aceh Barat, Senin (25/11) hari ini dijadwalkan akan meluncurkan buku berjudul “Meulaboh dalam Lintas Sejarah Aceh”

Editor: bakri

MEULABOH - Pemkab Aceh Barat, Senin (25/11) hari ini dijadwalkan akan meluncurkan buku berjudul “Meulaboh dalam Lintas Sejarah Aceh”. Buku setebal 173 halaman ini ditulis oleh Ketua Dewan Kesenian Aceh (DKA) Aceh Barat, HT Ahmad Dadek bersama Dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh yang juga ahli manuskrip Aceh, Hermansyah serta editor Arif Ramdan, wartawan Serambi Indonesia.

“Peluncuran buku ini dipadukan dengan bedah buku oleh Dr Gunawan Adnan MA Phd, dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh yang kita laksanakan di aula Kantor Bupati pada Senin (25/11),” kata Dadek yang juga Kepala Bapeda Aceh Barat kepada Serambi, Minggu kemarin. Ia mengatakan, dalam buku itu juga terdapat sambutan Bupati Aceh Barat, HT Alaidinsyah.

Dikatakannya, buku tersebut berisi tiga pokok bahasan. Meliputi Meulaboh dalam literatur klasik; Pribumi, Teungku dan Datuk: Meulaboh dalam Manuskrip; dan Meulaboh periode Kolonial. Pada bagian ini antara lain terdapat Hikayat versi van Langen, Hikayat Teungku di Meukek, dan Hikayat Ranto, West Kust van Atjeh, dan lain-lain.

Rektor UTU Meulaboh, Drs Alfian Ibrahim MS menambahkan, buku ini sebuah terobosan yang sangat menarik karena kaya informasi tentang Meulaboh khususnya dan Aceh Barat umumnya dengan sumber yang seimbang.

Menurut Alfian, buku ini merupakan dokumen yang mengungkap beberapa kejadian di Meulaboh yang tidak terinformasikan. Seperti kejadian Teungku di Meukeh atau juga namanya Teungku di Rundeng yang terbunuh oleh senjata Teuku Keujruen Muda Meulaboh. “Peristiwa ini menggambarkan bahwa di Meulaboh pernah terjadi perang saudara yang sangat besar dengan melibatkan politik adu domba Belanda” kata Alfian.

Bupati Aceh Barat, HT Alaidinsyah menyatakan gempa dan tsunami yang melanda Aceh pada akhir tahun 2004 lalu menyebabkan Aceh Barat kehilangan banyak hal, termasuk sejarah dan adat budaya. Tetapi dalam duka yang panjang masih tersimpan harapan dan semangat rehabilitasi dan rekontruksi Aceh Barat. Semangat tersebut telah mencetuskan hari lahir Kota Meulaboh dan Kabupaten Aceh Barat, daerah yang memiliki historis panjang dan berliku di Aceh.

Karena itu, kata bupati, sangat perlu disatukan kembali penggalan-penggalan sejarah, tokoh, tradisi, adat budaya, ekonomi, politik, dan sebagainya, menjadi sebuah literatur yang dapat disaji dalam ranah bacaan public. “Sehingga dapat menjadi referensi semua lapisan pembaca, dari pelajar, mahasiswa, peneliti, pemerintah hingga masyarakat,” kata Bupati.(riz)

Tags
Buku
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved