Makan Enak, Ketiban Door Prize Pula!
LANGIT Kota Kembang bermandikan cahaya. Jejeran factory outlet (FO) menghidupkan malam kota yang dijuluki sebagai Paris van Java ini.
Trip to Bandung Bersama Telkomsel (2, Habis)
LANGIT Kota Kembang bermandikan cahaya. Jejeran factory outlet (FO) menghidupkan malam kota yang dijuluki sebagai Paris van Java ini. Jalan-jalan yang menanjak dan menurun layaknya labirin yang menanti untuk dilalui. Namun, pengemudi andalan yang membawa bus yang kami tumpangi terlihat lihai mengerem dan mengegas. Tangan dan kaki milik urang Sunda ini sudah demikian akrab bergaul dengan lekuk alam yang membentang di provinsi pintu masuk Pulau Jawa itu.
Perjalanan kami dari Hotel Cipaganti di kawasan Cipaku ke sebuah rumah makan di Dago memakan waktu sekitar setengah jam. Tempat ini ibarat magnet yang menarik banyak pendatang. Tak terkecuali bagi kami, rombongan Press Gathering Telkomsel asal Sumatera. Berbalut busana bernuansa koboi kami menuju tempat perhelatan acara utama bertajuk “Penghargaan Karya Jurnalistik.”
Musik akustik menyambut kedatangan peserta yang lantas duduk manis menikmati suguhan foto outbound nan menegangkan. Suguhan makan malam bercita rasa Asia mix Eropa memanjakan lidah peserta. Tak heran banyak yang rela menempuh perjalanan berjam-jam khusus untuk menikmati suasana yang sayang kalau dilewatkan. Panorama alam dan sejuknya angin membuat pengunjung betah berlama-lama dan enggan beranjak pulang.
Suguhan tari Sunda kontemporer mengawali detik-detik penghargaan terhadap insan pers. Head of Corporate Communication Sumatra Division Telkomsel, Hadi Sucipto memperkenalkan sosok-sosok di balik suksesnya operator tersebut merambah Nusantara. Panitia telah menyiapkan uang jutaan rupiah bagi peserta yang menjuarai lomba menulis berita dan foto itu. Saya sendiri yang memang tak ikut kompetisi cukup puas karena ketiban door prize berupa HP, bingkisan menarik karena terpilih sebagai salah satu peserta terbaik, dan medali sebagai kelompok kedua tersolid dalam outbound bertema build to solid.
Ya, di tengah dingin yang begitu menggigit “Dewi Fortuna” menyapa saya dan para pemenang lainnya. Wajah-wajah milik peserta dan terutama para pemenang terlihat sumringah. Bulan pun ikut tersenyum di balik awan. Malam semakin tua dan mengakhiri kebersamaan kami. (nurul hayati)