Serambi Property
Apersi Bidik Kabupaten/Kota
Apersi Aceh terus membidik sejumlah pemkab/pemko dalam Provinsi Aceh untuk membangun perumahah murah bersubsidi pemerintah
* Pembangunan Rumah Murah
BANDA ACEH - Apersi Aceh terus membidik sejumlah pemkab/pemko dalam Provinsi Aceh untuk membangun perumahah murah bersubsidi pemerintah. Harga rumah murah telah naik 30 persen dari Rp 88 juta/unit menjadi Rp 105 sampai Rp 115 juta/unit, tergantung lokasi.
Ketua Apersi Aceh, Afwal Winardi ST MT, Sabtu (30/11) mengatakan pihaknya siap membangun perumahan murah di seluruh Aceh, asal seluruh stakeholder mendukung, khususnya Pemkab/Pemko setempat. Dia menegaskan dukungan dari Pemkab sangat diperlukan, karena target rumah murah, sebagian besar untuk para PNS, selebihnya pegawai swasta atau wiraswasta.
Dia menjelaskan, rumah murah hanya diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sehingga tidak boleh untuk masyarakat yang sudah memiliki rumah. Apalagi, sebutnya, ketentuan tersebut telah ditetapkan oleh pemerintah, termasuk larangan warga berpenghasilan tinggi untuk menjadikan rumah murah sebagai investasi.
“Kami siap membangun perumahan murah di seluruh Aceh, asal ada dukungan dari pemkab/pemko setempat,” ujar Afwal. Dukungan, sebutnya, bukan hanya untuk kemudahan para PNS memperoleh rumah murah layak huni, tetapi proses perizinan atau juga pemecahan sertifikat hak milik (SHM) di Badan Pertahanan Nasional (BPN).
Dia mencontohkan, rumah murah di Suka Makmue, Nagan Raya mengalami kendala dalam proses pemecahan SHM, khususnya bea yang dibebankan ke pengembang. “Kami dibebankan bea pemecahan SHM sebesar Rp 1 juta per unit rumah,” ujarnya. Dia mengaku, bea tersebut termasuk besar untuk rumah murah yang saat dijual masih Rp 88 juta/unit.
Afwal berharap ada keringanan dalam pemecahan SHM rumah murah, sehingga pengembang tidak terbebani dengan berbagai bea yang berimbas pada kesulitan menjual harga rumah yang ditetapkan pemerintah. “Kami berharap, berbagai bea yang ditetapkan instansi terkait tidak memberatkan, karena akan berimbas pada harga jual ke konsumen,” katanya.
Ketua Apersi Aceh ini juga mengungkapkan telah membuka lahan baru rumah murah di Idi, Aceh Timur yang masib dalam tahap pembersihan lahan. Sebelumnya, Afwal menjelaskan rumah murah di Lam Trieng, Kecamatan Kutabaro, Aceh Besar, sudah mulai dalam tahap pembangunan, dengan pesanan yang masuk 60 orang lebih dan harga Rp 110 juta/unit.
Afwal juga menyinggung tentang proses KPR rumah murah di Suka Makmue yang belum juga rampung, tetapi pada Senin (2/12), lima unit rumah akan melakukan akad kredit di BRI Syariah. Dia mengungkapkan, sebanyak 60 unit rumah telah rampung dibangun, tetapi proses KPR yang masih terkendala untuk melanjutkan pembangunan rumah selanjutnya.
“Jika proses KPR ke-60 unit rumah belum juga selesai, maka pembangunan rumah murah selanjutnya akan mengalami kesulitan,” ujarnya. Dia mengaku telah menemui pejabat BRI Syariah pusat yang menyatakan siap memberi pinjaman konstruksi untuk pembangunan kelanjutan rumah murah di Suka Makmue.
Apersi juga telah membuka lahan baru di Desa Ujung Fatihah, Kecamatan Kuala, Nagan Raya. Disebutkan, sebanyak 120 unit rumah murah akan dibangun di lokasi oleh PT Petra Alam Bestari.
Untuk rumah di Kuala Simpang, Aceh Tamiang masih dalam tahap pemasangan 15 pondasi rumah, dari 50 pesanan yang sudah masuk. Pria tambun satu ini menyatakan warga dapat menanyakan informasi rumah murah ke Kantor Apersi Aceh di Jl Iskandar Muda No 78-79, Lamkuweh, Banda Aceh atau arah ke Ulee Lheue.(muh)