Jumat, 24 April 2026

Balai Bahasa

Dongeng, Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Anak

Mendongeng merupakan suatu kegiatan yang akrab dengan dunia anak-anak. Hampir setiap anak suka dibacakan dongeng

Editor: bakri

Oleh Nurhaida,  Staf Teknis Balai Bahasa Banda Aceh

Mendongeng merupakan suatu kegiatan yang akrab dengan dunia anak-anak. Hampir setiap anak suka dibacakan dongeng atau didongengkan. Dongeng selain berfungsi sebagai sarana hiburan juga berfungsi sebagai media pendidikan dan sarana memperkenalkan dan menanamkan berbagai nilai-nilai kehidupan.

Dongeng dalam penyampaiannya secara lisan atau  dalam penulisannya dalam bahasa tulis menggunakan bahasa sebagai media komunikasi. Hampir semua aktivitas yang dilakukan manusia dalam kehidupan ini memerlukan kemampuan berbahasa. Anak dalam kehidupannya juga memerlukan kemampuan berbahasa yang memadai untuk memudahkan interaksi sosial dengan orang-orang lainnya. Oleh karena itu, kemampuan berbahasa juga merupakan kemampuan yang perlu dimiliki anak dalam memudahkan interaksi sosialnya.

Bahasa juga merupakan sarana yang memudahkan anak dalam menjalankan aktivitas belajarnya. Bahasa menjadi alat untuk berpikir termasuk di dalamnya kemampuan untuk menyusun ide, menyampaikan ide serta menarik simpulan yang merupakan bagian yang diperlukan anak dalam proses belajar.

Dongeng merupakan salah satu sarana atau metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak.  Kata-kata atau kalimat yang didengar atau dibaca anak ketika mendengar atau membaca dongeng akan menambah kosa kata yang dimiliki anak. Anak akan mengetahui jenis kata baru yang sebelumnya tidak diketahuinya, sehingga jumlah kosa kata yang dikuasai anak akan bertambah.

Ketika proses mendongeng berlangsung, ketika ada kata-kata yang tidak dipahami anak, orang tua, guru atau pendongeng dapat menjelaskan arti kata tersebut dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami anak sesuai dengan tingkat perkembangan perbendaharaan kata-kata anak. Tingkat perkembangan perbendaharaan kata anak meningkat dengan cepat ketika anak memasuki usia prasekolah dan semakin meningkat lagi setelah anak menempuh pendidikan di sekolah.

Dongeng juga menjadi sarana untuk meningkatkan minat baca anak yang dengan sendirinya berpengaruh terhadap kemampuan berbahasa anak. Anak dapat diajak ke toko buku atau perpustakaan untuk memilih buku-buku dongeng yang disukainya.  Anak yang belum dapat membaca dapat diajarkan membaca dengan menggunakan buku dongeng. Buku dongeng yang dipilih hendaknya yang disukai oleh anak seperti buku dongeng yang mempunyai warna-warna yang cerah, ilustrasi yang menarik dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami anak.

Kata-kata dan kalimat yang terdapat di dalam dongeng juga dapat digunakan sebagai sarana untuk memudahkan anak mengenali dan membedakan huruf yang kadang hampir mirip dalam penulisan dan pengucapan seperti huruf ‘b’dan‘p’, dan juga huruf ‘f’ dan ‘v’. Selain itu, anak juga dapat diajarkan untuk membedakan huruf vokal dan huruf diftong yang dapat memudahkan anak dalam membaca, menulis dan melafalkan huruf.

Setelah selesai mendengar atau membaca dongeng, anak juga dapat diajak untuk berdiskusi tentang dongeng yang sedang dibacanya dan anak dapat ditanyakan pendapatnya mengenai dongeng yang sudah dibacanya. Ketika anak menjawab pertanyaan yang diajukan, anak akan menggunakan kemampuan berbahasanya untuk menjawab pertanyaan. Berilah kesempatan pada anak untuk mengemukakan pendapatnya mengenai dongeng yang sudah dibacanya sehingga anak semakin percaya diri sehingga ia berani untuk mengemukakan pendapatnya sendiri yang akan membuat kemampuan berbahasa anak semakin meningkat.

Setelah anak mengenal dan mengetahui buku-buku yang berisikan dongeng, ajaklah anak secara bertahap untuk mengenal buku-buku lainnya termasuk buku yang berisikan ilmu pengetahuan. Mengajak anak untuk mengenali dan mengetahui buku dari berbagai bidang ilmu akan membuat anak semakin gemar membaca.  Semakin banyak buku yang dibaca anak, akan berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan berbahasanya.  Anak akan mengetahui dan menguasai kosa kata dari berbagai ilmu pengetahuan. Hal ini akan memudahkan anak menguasai kemampuan berbahasa yang juga merupakan sarana pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.  (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved