Kelompok Usaha Garam Pidie Terima Bantuan

Kementerian Kelautan dan Perikanan RI membantu 16 kelompok usaha garam Pidie

* Rp 31,2 Juta/kelompok

SIGLI - Kementerian Kelautan dan Perikanan RI membantu 16 kelompok usaha garam Pidie. Setiap kelompok dijatahi Rp 31,2 juta untuk membeli peralatan dan rehab gubuk tempat produksi garam. “Petani garam di Pidie baru tahun ini menerima bantuan seperti ini dari Kementerian Kelautan dan Perikanan-RI,” kata Kabid Kelautan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Pidie, Sarwati SPi, kepada Serambi Senin (2/12).   

Kata Sarwati, bantuan tersebut diberikan kepada 16 kelompok tani sebagai program pelaksanaan kegiatan Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar). Dengan program Pugar, Pemkab berupaya membangun kemandirian masyarakat pesisir yang diwujudkan dalam Kelompok Usaha Garam Rakyat (Kugar). Kecuali itu, katanya, program Pugar lebih kosentrasi pada peningkatan kesejahteraan bagi petambak garam rakyat dan pelaku usaha garam rakyat untuk mendukung swasembada garam nasional.

Ia menjelaskan, Kementerian Kelautan dan Perikanan-RI memberikan bantuan dana sebesar Rp 31.250.000/kelompok. Dana tersebut dikirim melalui rekening kelompok. Lalu, kata Sarwati, kelompok membelikan peralatan sesuai kebutuhan bagi petani garam. Seperti mesin pompa air, kereta sorong, gerobak, skrop, garuk, cangkul, belanga dan rehab gubuk tempat memproduksi garam. “ Program itu prinsipnya masyarakat sendiri melaksanakan kegiatan, monitoring dan evaluasi sesuai mekanisme yang ditentukan satker dinas,” katanya.

Dikatakan 16 kelompok terima bantuan tersebar di empat kecamatan. Yakni, Kecamatan Pidie, Kota Sigli, Simpang Tiga dan Kecamatan Pidie. “Tahun 2014 Kementrian Kelautan dan Perikanan-RI juga akan memberikan bantuan yang sama kepada kelompok petani garam melalui program Pugar tersebut,” katanya.             

Bahagia (43) ketua kelompok petani garam di Blang Paseh, kepada Serambi kemarin mengatakan, hasil produksi garam dipasarkan ke Bireun, Lhokseumawe, Sabang, Meulaboh, Lhok Nibong dan Takengon. Garam yang dijual itu biasanya dijemput agen pembeli. “Setiap minggu garam yang dijual keluar mencapai 3-5 ton. Saat ini stok garam digudang masih ada. Stok garam habis pada bulan April karena permintaan tinggi,” kata Bahagia. Katanya, harga garam dibeli pada petani Rp 2.100/Kg. Lalu, dijual keluar Rp 2.300/Kg. “Produksi garam rata-rata per gubuk 100 hingga 120 Kg setiap hari,” katanya.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved