Senin, 20 April 2026

Advertorial

Pengolahan Ikan Asin Lhok Pawoh Sokong Ekonomi Rakyat Abdya

RIDWAN, pemuda kelahiran Aceh Utara, 12 April 1969 ini, mengawali hidupnya dengan merantau ke pesisir barat Aceh

Editor: bakri

* UKM Mitra Binaan Bank Aceh

RIDWAN, pemuda kelahiran Aceh Utara, 12 April 1969 ini, mengawali hidupnya dengan merantau ke pesisir barat Aceh dan memilih Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) sebagai tempatnya mengadu nasib.

Awalnya, pria ini berkerja sebagai nelayan tradisional. Hari berganti hari ia jalani, namun karena tidak ada peningkatan yang berarti, pria dengan tiga anak ini lantas banting setir menjadi pengusaha home industri pengolahan ikan asin.

Modal awalnya berasal dari uang pemberian mertua, yang sebesar Rp 3 juta. “Namun karena modal terbatas, pemasaran hanya bisa kita lakukan di sekitar wilayah tempat tinggal kami saja,” katanya, Kamis (12/12).

Tahun 1997 ia lantas memberanikan diri menghubungi pihak bank, menjajaki kemungkinan mendapatkan pinjaman modal usaha. Niatnya itu disambut baik oleh Bank Aceh Cabang Blangpidie melalui Cabang Pembantu Manggeng, dan Ridwan akhirnya mendapatkan fasilitas Kredit PER (Pemberdayaan Ekonomi Rakyat) sebesar Rp 15 juta.

Fasilitas Kredit PER itu ia nikmati selama dua periode. Karena pengembalian yang lancar, Ridwan kembali mendapatkan fasilitas Kredit Peumakmue Nanggroe (KPN) sebesar Rp 20 juta. Melihat prospek usaha yang kian maju, Bank Aceh pun menawarkan Kredit Program Mikro Bank Aceh KMBA dengan plafond sebesar Rp 25 juta.

Saat ini perkembangan usahanya semakin pesat. Fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Aceh sebesar Rp 40 juta kembali dia dapatkan dan dikelola dengan sebaik-baiknya sebagai modal usaha dan cadangan untuk bertahan pada masa peceklik, masa dimana cuaca sedang buruk sehingga nelayan tak melaut dan bahan baku sulit didapat.

Sekarang, rata-rata per bulan produksi ikan asin yang dihasilkan mencapai sekitar 2 ton, dengan rata-rata penjualan Rp 40 juta hingga Rp 50 juta per bulan. “Keuntungan yang diperoleh juga meningkat rata-ratanya berkisar antara 10 sampai 17,50 persen   per bulan,” ungkapnya.

Keberhasilan Ridwan dalam membangun usahanya tersebut juga ikut dirasakan masyarakat di lingkungannya karena selain merekrut tenaga kerja berjumlah enam orang, ia juga menampung hasil tangkapan ikan nelayan di Abdya dan sekitarnya terutama bagi nelayan Lhok Pawoh Kecamatan Manggeng Aceh Barat Daya.

Kita Akan Bina Sebanyak-banyaknya
Pemimpin Bank Aceh Cabang Blang Pidie, M Yunus Daud, mengatakan, Bank Aceh memiliki komitmen kuat dalam mendukung program ekonomi pemerintah daerah melalui pembinaan berbagai sektor usaha masyarakat.

Sektor usaha produktif akan menjadi prioritas pembinaan menjadi mitra bank. “Tugas kami yang utama didaerah adalah membina sebanyak-banyaknya UKM dari berbagai sektor,” katanya didampingi Humas Bank Aceh, Amal Hasan.

Ditambahkan Amal Hasan, UKM akan menjadi kekuatan besar bagi perekonomian daerah, dan UKM yang produktif dapat menjadi pilar utama dalam mensejahterakan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Bank Aceh akan terus membina sektor UKM ini melalui seluruh jaringan kantor yang tersebar diseluruh Aceh dan kita berharap dukungan dari pemerintah kabupaten dan kota melalui instansi terkait untuk membantu percepatan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.(**)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved